Kamis, 30 Oktober 2014
الحديث الرابع
الحديث الثالث
الحـديث الثالث
HADITS Ketiga
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ. رواه البخاري ومسلم
Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Alh- Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat ⒶI Bukhori dan Muslim)
الحـديث الثاني
الحـديث الثاني
HADITS Kedua
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ . رواه مسلم
Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah ) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah (tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim)
Selasa, 28 Oktober 2014
الحديث الأول
الحــديث الأول
HADITS Pertama
عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ . رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan( ) tergantung niatnya( ). Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas)berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya ( ) karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kita Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .
Kamis, 06 Maret 2014
Hadits
Sabtu, 23 November 2013
Uktum Hawana (Ya Robba Makkah) Di dalam qashidah “Uktum Hawana” karya Syekh Abubakar bin Salim, terdapat bait-bait berikut ini: “Simpanlah apa yang aku senangi, jika kamu mengharapkan ridhaku. Jangan sampai disebar-sebarkan rahasiaku kepada orang selain kami.” Kami di sini yang dimaksud adalah para auliya’. Dan Syekh Abubakar bin Salim adalah pemimpinnya. “Kamu harus tawadhu’ kepada kami kalau kamu ingin berhubungan dengan kami. Tinggalkan segala keinginan kamu kalau kamu ingin keinginanku.” Jadi di hadapan auliya’ harus kosong, tidak ada kesombongan (kibr) sedikitpun, harus tawadhu’ Jangan ingin macam-macam, yang akhirnya kamu tak mendapatkan berkah. “Baghoina fulus, baghoina tajir, ingin uang banyak”. Jangan minta apa-apa! Nanti dia akan mengisi sebagaimana yang dia harapkan. Harapan kamu itu harapan remeh, sedangkan harapan dia untuk kamu adalah harapan yang besar. Jangan kamu berharap bagaimana kamu dapat uang banyak, rizkinya banyak, dll. Kosongkan hati kamu, baru nanti akan diisi asrar oleh mereka. Kenapa? Harapan dia untuk diri kamu, yang diharapkan oleh auliya’, yang diinginkan auliya’ untuk diri kamu itu lebih besar dari apa yang diharapkan kamu untuk diri kamu. Jadi di hadapan mereka mestinya diam saja. Lebih baik kamu jadi tong kosong. Tong kosong tapi jangan nyaring bunyinya. Jadi perlu untuk farogh, perlu bersih hati, jangan berharap apa-apa. Saya ingin ini, ingin itu, tidak usah kepingin sudah. Buang itu kepingin, tapi katakan dalam hati kamu: “Saya ingin yang diingini oleh wali ini. Saya ingin apa yang diingini oleh orang ‘arif ini”, niscaya kamu akan sampai seperti mereka nanti. (Dikutip dari Rouhah al-Habib Taufiq bin Abdulqadir Assegaf Pasuruan) Berikut teks qosidah Uktum Hawana (Ya Robba Makkah) karya Al Imam Fakhrul Wujud Syeikh Abu Bakar bin Salim: أکتم هوانا إن أردت رضانا ، واحذر تبيح بسرنا لسوانا Uktum hawânâ in arodta ridlônâ, wahdzar tubîhu bisirrinâ lisiwânâ Simpanlah kecintaanmu kepada kami jika kau menghendaki keridhoan kami, dan janganlah kau sebarkan rahasia kami kepada selain kita. واخضع لنا إن کنت راجي وصلنا ، واترك مناك إن أردت منانا Wakhdlo’ lanâ in kunta rôjiya washlinâ, watruk munâka in arodta munânâ Tunduklah kepada kami bila kau ingin berjumpa kami, dan tinggalkan cita citamu, bila kau ingin mendapat cita cita kami. أوما علمت بأننا أهل الوفا ، ومحبنا ما زال تحت لوانا Awamâ ‘alimta bi-annanâ ahlul wafâ wa muhibbunâ mâ zâla tahta liwânâ Tahukah kalian, bahwa sesungguhnya kami menepati janji? Dan para pencinta kami akan berada di bawah bendera kami. نحن الکرام فمن أتانا قاصدا ، نال السعادة عندما يلقانا Nahnul kirômu faman atânâ qôshidân, nâlas-sa’âdata ‘inda mâ yalqônâ Kami adalah kelompok orang yang mulia, maka barang siapa datang kepada kami dengan tujuan yang benar, pasti kan peroleh kebahagiaan ketika berjumpa dengan kami. هاموا بعشقتهم سگاری عندما ، کشف الحجاب وشاهدوا مغنانا Hâmû bi’isyqotihim sukârô ‘inda mâ kusyifal hijâbu wa syâhadû maghnânâ Mereka akan terpesona , dan mabuk dengan kerinduan ketika hijab telah tersingkap dan mereka melihat kekayaan kami. فهم المراد ولا يراد سواهم ، فالقلب مشتغل بهم ولهانا Fahumul murôdu walâ yurôdu siwâhumu fal qolbu musytaghilun bihim wal hânâ Merekalah yang dikehendaki Allah, dan Allah tidak menghendaki selain mereka, maka semua hati akan sibuk dan bingung memikirkan mereka. کرر لسمعی ذکرهم وحديثهم ، تعمل معی بحياتهم إحسانا Kurrir lisam’î dzikro-hum wa hadîtsahum ta’mal ma’î bihayâtihim ihsânâ Ulang ulangilah dalam menyebut mereka agar kau dapat beramal bersamaku, untuk berbuat baik kepada mereka dan mengenang kehidupan mereka. يارب مکة والصفا بمحمد ، إغفرلنا ياسامعا لدعانا Yâ robba Makkata wash-shofâ bi Muhammadin ighfir lanâ yâ sâmi’ân lidu’ânâ Wahai Tuhan pemilik Mekkah dan bukit Shofa, berkat Nabi Muhammad, ampunilah kami, wahai Yang Mendengar doa doa kami. ثم الصلاة علی النبی وآله ، ماحرکت ريح الصبا أغصانا Tsummash-sholâtu ‘alân-nabî wa ãlihî mâ harrokat rîhush-shobâ aghshônâ Kemudian berikanlah sholawat kepada Nabi dan keluarganya, selama angin berhembus dan menggoyangkan dahan dahan pepohonan.
Senin, 22 April 2013
MIRQOTU SHU'UDIT TASHDIQ
(BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM)
Dengan menyebut setiap Nama dari Nama-Nama Allah yang disifati dengan segala sifat kesempurnaan, aku mengarang kitab ini.
''Adapun Allah adalah sebuah nama bagi Dzat yang wujud,yang wajib wujud-Nya, yang disifati dengansifat-sifat kesempurnaan ,lagi maha suci dari sifat-sifat tercela. Tidak ada sekutu bagi-Nya di antara segenap makhluk cipataan''
Adapun ucapanku (syeikh nawawie): ''wajib wujud-Nya'', adalah untuk menolak kalangan orang yang mengatakan: ''sesungguhnya Allah adalah jisim'', karna sesungguhnya apabila Allah jisim, maka Allahmenjadi Dzat yang mungkin wujud-Nya.
Dan ucapanku:''disifati dengan semua sifat kesempurnaan'', adalah untuk menolak kalangan al-Mu'atholin, kalangan yang menolak sifat-sifat ma'ani bagi Allah.
Dan ucapanku:''Maha Suci dari sifat-sifat tercela'',sebagai penolakan terhadap siapa saja yang men-sifati Allah ta'ala dengan berbagai sifat kekurangan.
Dan ucapanku:''tidak ada sekutu bagi-Nya diantarasegenap makhluk ciptaan'',adalah penolakan atas kalangan Al-Qadariya yang berpendapat: sesungguhnya seorang hamba menciptakan sendiri berbagai perbuatannya yang bersifat ikhtiriya.
Ar-Rahman adalah dzat yang melimpahkan anugrah yang besar.
Ar-Rahim adalah Dzat yang melimpahkan anugrah yang halus.
(ALHAMDULILLAHI RABBIL 'ALAMIN)
(SEGALA PUJI) yakni sanjungan dengan segala kesempurnaan.
(HANYA MILIK ALLAH), karna sesungguhnya kesempurnaan adakalanya Qodim (Dahulu tanpa permulaan) yaitu sifat Allah, dan adakalanya Hadist(baru, memiliki permulaan), yaitu perbuatan Allah.
(DZAT YANG MEMELIHARA ALAM SEMESTA), yakni seluruh makhluk.
Sebagaimana firman Allah ta'ala: QOLA FIR'AUNU WA MAA ROBBUL 'ALAMIINA QOOLA ROBBUS SAMAWAATI WAL ARDHI WA MAA BAINAHUMA...
''fir'aun bertanya: siapa Tuhan semesta alam itu? Musa menjawab: Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya (itulah Tuhanmu),.... (qs: Asy-Syu'aro:23-24)
Dan tidak seorangpun yang dapat menghitung bilangan isi seluruh alam raya kecuali Allah ta'ala.
....WA MAA YA'LAMU JUNUDA ROBBIKA ILLA HUWA...
''Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia Sendiri'' (qs: Al-Muddatstsir:34)
Hal ini (perkataan pengarang Bismillah sampai Rabbil 'Alamin) iqtibas (dikutip penuh) dari surat Al-Fatihah.
Maka tidak ada yang lebih Afdhol dari pengutipan itu, karna keberadaanya berasal dari pengajaran Allah ta'ala, dan karna itulah beliau memilihnya.
faidah: pembagian pujian ada 4 yaitu:
1.''Hamdu Qodiim li qodiim'' yaitu pujian Allah atas Dzat-Nya...seperti firman-Nya: ''Ni'mal maulaa wan ni'mam nashiir''
Dialah sebaik-baik Tuhan dan sebaik-baik penolong. (qs. Al-Anfaal:40)
2.''Hamdu qodiim lihaadist'' yaitu pujian Dzat yang Qadiim kepada makhluk, seperti pujian-Nya kepada sebagian hamba-Nya dalam firman-Nya: ''....Ni'mal abdu innahu awwab''
''dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat ta'at (kepada Tuhannya) (Qs:Shaad:30)
3.''hamdu hadist liqodiim'' yaitu pujian makhluk kepada Dzat yang Qadiim (Allah), adalah pujian kita kepada Allah 'Azza wa Jalla, seperti ucapan kita ''Al-Hamdulillah''
4.''hamdu hadist li hadist'' yaitu pujian sebagian makhluk kepada sebagian lainnya, seperti ucapan kita: ''ni'mar rojulu zaidun'' (sebaik-baiknya pria adalah zaid).
(WA ASYHADU AN LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN'ABDUHU WA RASULUHU WA'ALA ALIHI WA SOHBIHI WA TAABI'INA)
(DAN AKU BERSAKSI) yakni berikrar dan membenarkan
(BAHWA TIDAK ADA TUHAN) yakni tidak ada tuhan yg patut disebah dengan sebenarnya,yang mungkin,
(KECUALI ALLAH YANG MAHA ESA) yakni sang Maha Esa pada Dzat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya
(TIDAK ADA SEKUTU) yakni tidak ada sesuatu yang menyekutui
(BAGI-NYA) pada hal-hal itu (Dzat, sifat dan perbuatan-Nya)
(DAN AKU BERSAKSI SESUNGGUHNYA) baginda kita (MUHAMMAD) saw. (ITU HAMBA ALLAH) ta'ala
mengenai disifati sebagai hamba Allah pada Nabi, terdapat isarat perihal sifat merendah, rendah hati, dan pengabdian, yang sesuai bagi kedudukan Nabi saw.
Dan sifat tersebut (sebagai hamba Allah) adalah sifat manusia yang paling mulia, walaupun ia seorang yang merdeka, karna itu Nabi saw. Layak diberikan sifat tersebut dalam derajat tertinggi.
Sebagaimana terdapat dalam firman Allah: SUBHANAL LADZI ASROO BI 'ABDIHI...
Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya....(qs:al-Isro:1)
Dan firman-Nya: TABARAKAL LADZI NAZZALAL FURQOON 'ALA 'ABDIHI..
''Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqon (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya....(qs:Al-Furqon:1)
Dan firman-Nya pula: FA AUHAA ILAA ABDIHI MAAAUHAA...
''lalu Dia menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan (qs: An-Najm:10)
Pada idhofah lafadz ''ABD'' kepada Dhomir (ALLAH), terselip pengertian kemulian yang paling kuat dan paling tingginya kemuliannya (pada diri Nabi saw).
Sebagian ulama mengatakan: ''sesungguhnya Allah ta'ala telah memilih kata ''ABD'' (hamba) itu untuk Nabi-Nya, agar umat beliau saw. Tidak tersesat dengan keyakinan mereka terhadap beliau akan sesuatu yang tidak layak (terhadap diri beliau), sebagaimana yang terjadi pada kaum Nabi Isa as.
Demikian faidah syekh Al-Qolyubiy.
(DAN UTUSAN-NYA) dengan pengutusan yang menyeluruh untuk segala waktu dan tempat bagi seluruh makhluq.
Faidah: didahulukan lafadz''Abd''karna mengamalkanhadist''WA LAKIN QULUU ABDALLAHI WA ROSULAHU''(is'adu rofiiq termasuk syarah sulamut taufiq).
(SEMOGA ALLAH MENCURAHKAN RAHMAT DAN KESEJAHTRAAN KEPADA BELIAU DAN ATAS KELUARGA BELIAU).
Kemungkinan yang dimaksud pengarang (sayyid'abdullah bin husein) dengan''Keluarga Nabi''adalah para kerabat secara mutlak (seluruh orang islam), atau orang (kerabat beliau) yang haram menerima zakat atasnya, lantaran pengarang menyebut tabi'in setelah menyebutkan hal itu (Keluarga).
(DAN PARA SAHABAT BELIAU)
Para sahabat adalah setiap muslim yang pernah bertemu dengan Nabi Muhammad saw. Walaupun sekejap.
(DAN PARA TABI'IN)
Yakni mereka yang mengikuti kepada para sahabatNabi, walaupun hanya ikut dalam hal keimanan saja.
Maka termasuk tabi'in walaupun dia melakukan ma'siat.
Dan tujuan rangkaian sholawat ini adalah pemerataan dalam Do'a, karna sesungguhnya meratakan do'a adalah do'a yang paling afdhol.
Diriwayatkan bahwasannya Nabi saw. Perna menepuk pundak seorang yang berdo'a:''Ampunilahaku dan kasihanilah aku'', kemudian beliau bersabdakepada orang tersebut:''ratakanlah dalam do'amu, karna sesungguhnya antara do'a yang khusus dan do'a yang umum (terdapat selisih derajat), sebagaimana (selisih derajat) antara langit dan bumi''
(nb:maksud ratakanlah do'a..adalah do'a yang menyeluruh lebih afdhol dari pada berdo'a untuk diri sendiri)
(ADAPUN SETELAH ITU)
Yakni adapun setelah membaca basmalah,hamdalah,syahadah,sholawat dan salam.
(MAKA INI) matan yg ada didalam hati (pengarang)
(ADALAH BAGIAN/KITAB YANG KECIL) yakni sesuatu yang kecil lagi bagus.
(SEMOGA MEMUDAHKANNYA) Yakni diberi kemudahan terhadapnya.
(OLEH ALLAH TA'ALA)
Bagi setiap orang yang ingin mempelajarinya dan memahami isinya serta mengamalkan tuntunannya.
(TENTANG SESUATU) Yakni dalam menjelaskan perkara
(YANG WAJIB UNTUK MEMPELAJARINYA) Dari orang yang sudah mengerti.
(DAN MENGAJARKANNYA) Kepada orang yang belum mengerti.
(DAN WAJIB BERAMAL DENGANNYA) Berupa mematuhi perintah dan menjauhi larangan
(BAGI ORANG YANG KHUSUS DAN ORANG AWAM) Yakni bagi orang yang mengerti dan orang yang belum mengerti.
(DAN WAJIB ADALAH SESUATU YANG ALLAH MENJAJIKAN BAGI PELAKUNYA AKAN MENDAPATPAHALA,DAN MENGANCAM BAGI YANG MENINGGALKANNYA DENGAN SIKSAAN).
Definisi mendapatkan siksa tersebut tidak menafikan akan pengampunan dari Allah.
(DAN AKU NAMAKAN MATAN INI SULLAMUT TAUFIQ ILAA MAHABBATILLAHI 'ALAT TAHQIQ) Yakni menurut cara2 yang benar dengan keyakinan penuh.
(AKU MOHON KEPADA ALLAH YANG MAHA DERMAWAN) Yakni Dzat yang tidak mungkin untuk mengaitkan sifat kikir kepada-Nya.
(AGAR ALLAH MENJADIKAN MATAN KECIL INI) terilhamkan (DARI ALLAH) ta'ala bukan dari dorongan hawa nafsu,seperti mencari pujian dari manusia.
(DAN) ikhlas (KARNA ALLAH) ta'ala, bukan karna ingin pamer dan terkenal, Dan menginginkan pada semua yang berada disisi-Nya, berupa ganjaran pahala.
(DAN) sebagai hal yang kembali dan sampai (KEPADA ALLAH) ta'ala dengan mendapat penerimaan-Nya.
(DAN MENJADI PENYEBAB UNTUK SEMAKIN DEKAT KEPADANYA) yakni sebaik2nya tujuan kembali dan berpulang, (DAN MENEMPATI TEMPAT TERDEKAT) yakni kedudukan yang dekatdan tinggi (DI SISI-NYA)
(DAN SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN PERTOLONGAN KEPADA SIAPA SAJA YANG MEMPELAJARI KITAB INI, UNTUK MENGAMALKAN SESUAI DENGAN TUNTUNANNYA) Yakni sesuatu yang dituntut dan ditunjukan oleh kitab ini, seperti melaksanakan semua yang wajib dan meninggalkan semua yang diharamkan.
(KEMUDIAN MENANJAK PERLAHAN DALAM RASACINTA) yakni sangat suka (DENGAN PERKARA-PERKARA NAWAFIL) Nafila adalah sebutan bagi sesuatu yang disyariatkan sebagai tambahan dari hal-hal yang wajib (fardhu). Dan nafilah dinamakan juga dengan mandub,mustahab dan tathowwu' (masudnya: nafila,mandub,mustahab,tathowwu',sunnah bermakna sama yaitu sesuatu yang bila dikerjakanmendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak mendapat dosa).
(SUPAYA IA DAPAT MEMPEROLEH CINTA ALLAHDAN PERTOLONGAN ALLAH). Nabi saw. Bersabda: Allah ta'ala berfirman: ''tidak henti-hentinya seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan amal-amal sunnah hingga aku mencintainya. Lalu apabila Aku telah mencintainya, maka Diri-Ku sebagai pendengarannya, yang ia mendengar dengannya, Dan sebagai pengelihatannya, yang ia melihat dengannya, Dan sebagai lidahnya, yang ia berbicara dengannya, Dan sebagai tangannya, yang ia bertindak dengannya, Dan sebagai kakinya,yang ia berjalan dengannya''. (hr:Bukhari).
Adapun ma'na: ''Diri-Ku sebagai pendengarannya,yang mendengar dengannya...maksudnya adalah ''bahwa Diri-Ku sebagai pemelihara bagi pendengarannya,sehingga ia tidak akan mendengar,kecuali hal-hal yang Aku ridhoi kepadanya. Dan begitu seterusnya (pengertian dari) hal2 setelahnya...Demikian telah dijelaskan hal itu kepada kami oleh guru kamu Syekh Ahmad An-Nahrowiy.