Sabtu, 23 November 2013

Uktum Hawana (Ya Robba Makkah) Di dalam qashidah “Uktum Hawana” karya Syekh Abubakar bin Salim, terdapat bait-bait berikut ini: “Simpanlah apa yang aku senangi, jika kamu mengharapkan ridhaku. Jangan sampai disebar-sebarkan rahasiaku kepada orang selain kami.” Kami di sini yang dimaksud adalah para auliya’. Dan Syekh Abubakar bin Salim adalah pemimpinnya. “Kamu harus tawadhu’ kepada kami kalau kamu ingin berhubungan dengan kami. Tinggalkan segala keinginan kamu kalau kamu ingin keinginanku.” Jadi di hadapan auliya’ harus kosong, tidak ada kesombongan (kibr) sedikitpun, harus tawadhu’ Jangan ingin macam-macam, yang akhirnya kamu tak mendapatkan berkah. “Baghoina fulus, baghoina tajir, ingin uang banyak”. Jangan minta apa-apa! Nanti dia akan mengisi sebagaimana yang dia harapkan. Harapan kamu itu harapan remeh, sedangkan harapan dia untuk kamu adalah harapan yang besar. Jangan kamu berharap bagaimana kamu dapat uang banyak, rizkinya banyak, dll. Kosongkan hati kamu, baru nanti akan diisi asrar oleh mereka. Kenapa? Harapan dia untuk diri kamu, yang diharapkan oleh auliya’, yang diinginkan auliya’ untuk diri kamu itu lebih besar dari apa yang diharapkan kamu untuk diri kamu. Jadi di hadapan mereka mestinya diam saja. Lebih baik kamu jadi tong kosong. Tong kosong tapi jangan nyaring bunyinya. Jadi perlu untuk farogh, perlu bersih hati, jangan berharap apa-apa. Saya ingin ini, ingin itu, tidak usah kepingin sudah. Buang itu kepingin, tapi katakan dalam hati kamu: “Saya ingin yang diingini oleh wali ini. Saya ingin apa yang diingini oleh orang ‘arif ini”, niscaya kamu akan sampai seperti mereka nanti. (Dikutip dari Rouhah al-Habib Taufiq bin Abdulqadir Assegaf Pasuruan) Berikut teks qosidah Uktum Hawana (Ya Robba Makkah) karya Al Imam Fakhrul Wujud Syeikh Abu Bakar bin Salim: أکتم هوانا إن أردت رضانا ، واحذر تبيح بسرنا لسوانا Uktum hawânâ in arodta ridlônâ, wahdzar tubîhu bisirrinâ lisiwânâ Simpanlah kecintaanmu kepada kami jika kau menghendaki keridhoan kami, dan janganlah kau sebarkan rahasia kami kepada selain kita. واخضع لنا إن کنت راجي وصلنا ، واترك مناك إن أردت منانا Wakhdlo’ lanâ in kunta rôjiya washlinâ, watruk munâka in arodta munânâ Tunduklah kepada kami bila kau ingin berjumpa kami, dan tinggalkan cita citamu, bila kau ingin mendapat cita cita kami. أوما علمت بأننا أهل الوفا ، ومحبنا ما زال تحت لوانا Awamâ ‘alimta bi-annanâ ahlul wafâ wa muhibbunâ mâ zâla tahta liwânâ Tahukah kalian, bahwa sesungguhnya kami menepati janji? Dan para pencinta kami akan berada di bawah bendera kami. نحن الکرام فمن أتانا قاصدا ، نال السعادة عندما يلقانا Nahnul kirômu faman atânâ qôshidân, nâlas-sa’âdata ‘inda mâ yalqônâ Kami adalah kelompok orang yang mulia, maka barang siapa datang kepada kami dengan tujuan yang benar, pasti kan peroleh kebahagiaan ketika berjumpa dengan kami. هاموا بعشقتهم سگاری عندما ، کشف الحجاب وشاهدوا مغنانا Hâmû bi’isyqotihim sukârô ‘inda mâ kusyifal hijâbu wa syâhadû maghnânâ Mereka akan terpesona , dan mabuk dengan kerinduan ketika hijab telah tersingkap dan mereka melihat kekayaan kami. فهم المراد ولا يراد سواهم ، فالقلب مشتغل بهم ولهانا Fahumul murôdu walâ yurôdu siwâhumu fal qolbu musytaghilun bihim wal hânâ Merekalah yang dikehendaki Allah, dan Allah tidak menghendaki selain mereka, maka semua hati akan sibuk dan bingung memikirkan mereka. کرر لسمعی ذکرهم وحديثهم ، تعمل معی بحياتهم إحسانا Kurrir lisam’î dzikro-hum wa hadîtsahum ta’mal ma’î bihayâtihim ihsânâ Ulang ulangilah dalam menyebut mereka agar kau dapat beramal bersamaku, untuk berbuat baik kepada mereka dan mengenang kehidupan mereka. يارب مکة والصفا بمحمد ، إغفرلنا ياسامعا لدعانا Yâ robba Makkata wash-shofâ bi Muhammadin ighfir lanâ yâ sâmi’ân lidu’ânâ Wahai Tuhan pemilik Mekkah dan bukit Shofa, berkat Nabi Muhammad, ampunilah kami, wahai Yang Mendengar doa doa kami. ثم الصلاة علی النبی وآله ، ماحرکت ريح الصبا أغصانا Tsummash-sholâtu ‘alân-nabî wa ãlihî mâ harrokat rîhush-shobâ aghshônâ Kemudian berikanlah sholawat kepada Nabi dan keluarganya, selama angin berhembus dan menggoyangkan dahan dahan pepohonan.

Senin, 22 April 2013

MIRQOTU SHU'UDIT TASHDIQ

MIRQOTU SHU'UDIT TASHDIQ (Syekh Nawawi Al-jawi) FII SYARHI SULLAMUT TAUFIIQ ILAA MAHABBATILLAHI 'ALAT TAHQIQ (Sayyid Abdullah bin Husain bin Thohir ba 'alawi)
(BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM)
Dengan menyebut setiap Nama dari Nama-Nama Allah yang disifati dengan segala sifat kesempurnaan, aku mengarang kitab ini.
''Adapun Allah adalah sebuah nama bagi Dzat yang wujud,yang wajib wujud-Nya, yang disifati dengansifat-sifat kesempurnaan ,lagi maha suci dari sifat-sifat tercela. Tidak ada sekutu bagi-Nya di antara segenap makhluk cipataan''
Adapun ucapanku (syeikh nawawie): ''wajib wujud-Nya'', adalah untuk menolak kalangan orang yang mengatakan: ''sesungguhnya Allah adalah jisim'', karna sesungguhnya apabila Allah jisim, maka Allahmenjadi Dzat yang mungkin wujud-Nya.
Dan ucapanku:''disifati dengan semua sifat kesempurnaan'', adalah untuk menolak kalangan al-Mu'atholin, kalangan yang menolak sifat-sifat ma'ani bagi Allah.
Dan ucapanku:''Maha Suci dari sifat-sifat tercela'',sebagai penolakan terhadap siapa saja yang men-sifati Allah ta'ala dengan berbagai sifat kekurangan.
Dan ucapanku:''tidak ada sekutu bagi-Nya diantarasegenap makhluk ciptaan'',adalah penolakan atas kalangan Al-Qadariya yang berpendapat: sesungguhnya seorang hamba menciptakan sendiri berbagai perbuatannya yang bersifat ikhtiriya.
Ar-Rahman adalah dzat yang melimpahkan anugrah yang besar.
Ar-Rahim adalah Dzat yang melimpahkan anugrah yang halus.
(ALHAMDULILLAHI RABBIL 'ALAMIN)
(SEGALA PUJI) yakni sanjungan dengan segala kesempurnaan.
(HANYA MILIK ALLAH), karna sesungguhnya kesempurnaan adakalanya Qodim (Dahulu tanpa permulaan) yaitu sifat Allah, dan adakalanya Hadist(baru, memiliki permulaan), yaitu perbuatan Allah.
(DZAT YANG MEMELIHARA ALAM SEMESTA), yakni seluruh makhluk.
Sebagaimana firman Allah ta'ala: QOLA FIR'AUNU WA MAA ROBBUL 'ALAMIINA QOOLA ROBBUS SAMAWAATI WAL ARDHI WA MAA BAINAHUMA...
''fir'aun bertanya: siapa Tuhan semesta alam itu? Musa menjawab: Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya (itulah Tuhanmu),.... (qs: Asy-Syu'aro:23-24)
Dan tidak seorangpun yang dapat menghitung bilangan isi seluruh alam raya kecuali Allah ta'ala.
....WA MAA YA'LAMU JUNUDA ROBBIKA ILLA HUWA...
''Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia Sendiri'' (qs: Al-Muddatstsir:34)
Hal ini (perkataan pengarang Bismillah sampai Rabbil 'Alamin) iqtibas (dikutip penuh) dari surat Al-Fatihah.
Maka tidak ada yang lebih Afdhol dari pengutipan itu, karna keberadaanya berasal dari pengajaran Allah ta'ala, dan karna itulah beliau memilihnya.
faidah: pembagian pujian ada 4 yaitu:
1.''Hamdu Qodiim li qodiim'' yaitu pujian Allah atas Dzat-Nya...seperti firman-Nya: ''Ni'mal maulaa wan ni'mam nashiir''
Dialah sebaik-baik Tuhan dan sebaik-baik penolong. (qs. Al-Anfaal:40)
2.''Hamdu qodiim lihaadist'' yaitu pujian Dzat yang Qadiim kepada makhluk, seperti pujian-Nya kepada sebagian hamba-Nya dalam firman-Nya: ''....Ni'mal abdu innahu awwab''
''dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat ta'at (kepada Tuhannya) (Qs:Shaad:30)
3.''hamdu hadist liqodiim'' yaitu pujian makhluk kepada Dzat yang Qadiim (Allah), adalah pujian kita kepada Allah 'Azza wa Jalla, seperti ucapan kita ''Al-Hamdulillah''
4.''hamdu hadist li hadist'' yaitu pujian sebagian makhluk kepada sebagian lainnya, seperti ucapan kita: ''ni'mar rojulu zaidun'' (sebaik-baiknya pria adalah zaid).
(WA ASYHADU AN LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN'ABDUHU WA RASULUHU WA'ALA ALIHI WA SOHBIHI WA TAABI'INA)
(DAN AKU BERSAKSI) yakni berikrar dan membenarkan
(BAHWA TIDAK ADA TUHAN) yakni tidak ada tuhan yg patut disebah dengan sebenarnya,yang mungkin,
(KECUALI ALLAH YANG MAHA ESA) yakni sang Maha Esa pada Dzat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya
(TIDAK ADA SEKUTU) yakni tidak ada sesuatu yang menyekutui
(BAGI-NYA) pada hal-hal itu (Dzat, sifat dan perbuatan-Nya)
(DAN AKU BERSAKSI SESUNGGUHNYA) baginda kita (MUHAMMAD) saw. (ITU HAMBA ALLAH) ta'ala
mengenai disifati sebagai hamba Allah pada Nabi, terdapat isarat perihal sifat merendah, rendah hati, dan pengabdian, yang sesuai bagi kedudukan Nabi saw.
Dan sifat tersebut (sebagai hamba Allah) adalah sifat manusia yang paling mulia, walaupun ia seorang yang merdeka, karna itu Nabi saw. Layak diberikan sifat tersebut dalam derajat tertinggi.
Sebagaimana terdapat dalam firman Allah: SUBHANAL LADZI ASROO BI 'ABDIHI...
Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya....(qs:al-Isro:1)
Dan firman-Nya: TABARAKAL LADZI NAZZALAL FURQOON 'ALA 'ABDIHI..
''Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqon (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya....(qs:Al-Furqon:1)
Dan firman-Nya pula: FA AUHAA ILAA ABDIHI MAAAUHAA...
''lalu Dia menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan (qs: An-Najm:10)
Pada idhofah lafadz ''ABD'' kepada Dhomir (ALLAH), terselip pengertian kemulian yang paling kuat dan paling tingginya kemuliannya (pada diri Nabi saw).
Sebagian ulama mengatakan: ''sesungguhnya Allah ta'ala telah memilih kata ''ABD'' (hamba) itu untuk Nabi-Nya, agar umat beliau saw. Tidak tersesat dengan keyakinan mereka terhadap beliau akan sesuatu yang tidak layak (terhadap diri beliau), sebagaimana yang terjadi pada kaum Nabi Isa as.
Demikian faidah syekh Al-Qolyubiy.
(DAN UTUSAN-NYA) dengan pengutusan yang menyeluruh untuk segala waktu dan tempat bagi seluruh makhluq.
Faidah: didahulukan lafadz''Abd''karna mengamalkanhadist''WA LAKIN QULUU ABDALLAHI WA ROSULAHU''(is'adu rofiiq termasuk syarah sulamut taufiq).
(SEMOGA ALLAH MENCURAHKAN RAHMAT DAN KESEJAHTRAAN KEPADA BELIAU DAN ATAS KELUARGA BELIAU).
Kemungkinan yang dimaksud pengarang (sayyid'abdullah bin husein) dengan''Keluarga Nabi''adalah para kerabat secara mutlak (seluruh orang islam), atau orang (kerabat beliau) yang haram menerima zakat atasnya, lantaran pengarang menyebut tabi'in setelah menyebutkan hal itu (Keluarga).
(DAN PARA SAHABAT BELIAU)
Para sahabat adalah setiap muslim yang pernah bertemu dengan Nabi Muhammad saw. Walaupun sekejap.
(DAN PARA TABI'IN)
Yakni mereka yang mengikuti kepada para sahabatNabi, walaupun hanya ikut dalam hal keimanan saja.
Maka termasuk tabi'in walaupun dia melakukan ma'siat.
Dan tujuan rangkaian sholawat ini adalah pemerataan dalam Do'a, karna sesungguhnya meratakan do'a adalah do'a yang paling afdhol.
Diriwayatkan bahwasannya Nabi saw. Perna menepuk pundak seorang yang berdo'a:''Ampunilahaku dan kasihanilah aku'', kemudian beliau bersabdakepada orang tersebut:''ratakanlah dalam do'amu, karna sesungguhnya antara do'a yang khusus dan do'a yang umum (terdapat selisih derajat), sebagaimana (selisih derajat) antara langit dan bumi''
(nb:maksud ratakanlah do'a..adalah do'a yang menyeluruh lebih afdhol dari pada berdo'a untuk diri sendiri)
(ADAPUN SETELAH ITU)
Yakni adapun setelah membaca basmalah,hamdalah,syahadah,sholawat dan salam.
(MAKA INI) matan yg ada didalam hati (pengarang)
(ADALAH BAGIAN/KITAB YANG KECIL) yakni sesuatu yang kecil lagi bagus.
(SEMOGA MEMUDAHKANNYA) Yakni diberi kemudahan terhadapnya.
(OLEH ALLAH TA'ALA)
Bagi setiap orang yang ingin mempelajarinya dan memahami isinya serta mengamalkan tuntunannya.
(TENTANG SESUATU) Yakni dalam menjelaskan perkara
(YANG WAJIB UNTUK MEMPELAJARINYA) Dari orang yang sudah mengerti.
(DAN MENGAJARKANNYA) Kepada orang yang belum mengerti.
(DAN WAJIB BERAMAL DENGANNYA) Berupa mematuhi perintah dan menjauhi larangan
(BAGI ORANG YANG KHUSUS DAN ORANG AWAM) Yakni bagi orang yang mengerti dan orang yang belum mengerti.
(DAN WAJIB ADALAH SESUATU YANG ALLAH MENJAJIKAN BAGI PELAKUNYA AKAN MENDAPATPAHALA,DAN MENGANCAM BAGI YANG MENINGGALKANNYA DENGAN SIKSAAN).
Definisi mendapatkan siksa tersebut tidak menafikan akan pengampunan dari Allah.
(DAN AKU NAMAKAN MATAN INI SULLAMUT TAUFIQ ILAA MAHABBATILLAHI 'ALAT TAHQIQ) Yakni menurut cara2 yang benar dengan keyakinan penuh.
(AKU MOHON KEPADA ALLAH YANG MAHA DERMAWAN) Yakni Dzat yang tidak mungkin untuk mengaitkan sifat kikir kepada-Nya.
(AGAR ALLAH MENJADIKAN MATAN KECIL INI) terilhamkan (DARI ALLAH) ta'ala bukan dari dorongan hawa nafsu,seperti mencari pujian dari manusia.
(DAN) ikhlas (KARNA ALLAH) ta'ala, bukan karna ingin pamer dan terkenal, Dan menginginkan pada semua yang berada disisi-Nya, berupa ganjaran pahala.
(DAN) sebagai hal yang kembali dan sampai (KEPADA ALLAH) ta'ala dengan mendapat penerimaan-Nya.
(DAN MENJADI PENYEBAB UNTUK SEMAKIN DEKAT KEPADANYA) yakni sebaik2nya tujuan kembali dan berpulang, (DAN MENEMPATI TEMPAT TERDEKAT) yakni kedudukan yang dekatdan tinggi (DI SISI-NYA)
(DAN SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN PERTOLONGAN KEPADA SIAPA SAJA YANG MEMPELAJARI KITAB INI, UNTUK MENGAMALKAN SESUAI DENGAN TUNTUNANNYA) Yakni sesuatu yang dituntut dan ditunjukan oleh kitab ini, seperti melaksanakan semua yang wajib dan meninggalkan semua yang diharamkan.
(KEMUDIAN MENANJAK PERLAHAN DALAM RASACINTA) yakni sangat suka (DENGAN PERKARA-PERKARA NAWAFIL) Nafila adalah sebutan bagi sesuatu yang disyariatkan sebagai tambahan dari hal-hal yang wajib (fardhu). Dan nafilah dinamakan juga dengan mandub,mustahab dan tathowwu' (masudnya: nafila,mandub,mustahab,tathowwu',sunnah bermakna sama yaitu sesuatu yang bila dikerjakanmendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak mendapat dosa).
(SUPAYA IA DAPAT MEMPEROLEH CINTA ALLAHDAN PERTOLONGAN ALLAH). Nabi saw. Bersabda: Allah ta'ala berfirman: ''tidak henti-hentinya seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan amal-amal sunnah hingga aku mencintainya. Lalu apabila Aku telah mencintainya, maka Diri-Ku sebagai pendengarannya, yang ia mendengar dengannya, Dan sebagai pengelihatannya, yang ia melihat dengannya, Dan sebagai lidahnya, yang ia berbicara dengannya, Dan sebagai tangannya, yang ia bertindak dengannya, Dan sebagai kakinya,yang ia berjalan dengannya''. (hr:Bukhari).
Adapun ma'na: ''Diri-Ku sebagai pendengarannya,yang mendengar dengannya...maksudnya adalah ''bahwa Diri-Ku sebagai pemelihara bagi pendengarannya,sehingga ia tidak akan mendengar,kecuali hal-hal yang Aku ridhoi kepadanya. Dan begitu seterusnya (pengertian dari) hal2 setelahnya...Demikian telah dijelaskan hal itu kepada kami oleh guru kamu Syekh Ahmad An-Nahrowiy.

Kamis, 04 April 2013

Madad madad

Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf
Reff#1
al-Madad, al-Madad,
al-Madad! Ya Rasul Allah!
al-Madad, al-Madad,
al-Madad! Ya Habib Allah!
Robbi faj’al mujtama’nâ
Ghôyatuh khusnul khitâmi
Wa’thinâ mâ qod sa-alnâ
Min ‘athôyâ kal jisâm
(back to #1)
Wakrimil arwaha minnâ
Billiqô khoiril anâm
Wablighil mukhtâro ‘annâ
Min sholâtin wa salâm
(back to #1)
Reff#2
Madad, Madad, Madad 2x
Madad! Ya Rasul Allah!
Madad, Madad, Madad 2x
Madad! Ya Habib Allah!
Sidi Sahiba al-hadra
'akrima minka bi nazra
Sidi ya aba az-Zahra
wa al-Qasim wa 'Abdi-Llah
(back to #2)
Sidi Anta al-habib
bi zikrik qalbi yatib
Sidi hasha yakhib
man laza bi Rasul'Llah
(back to #2)
Sidi Anta al-Mukhtar
bi-majik tujla l-qadar
Sidi ajirna min 'n-nar
bi jahik ya Rasul Allah
(back to #2)
Ya Rabbi bihim wabi
aalihim,
'Ajjil binnashri wa bil
faraji...3x

Rabu, 03 April 2013

Qosidah busyro lana

Qasidah Busyra Lana
بُشـرَ لَــنَا نِلنَــا المُنَــى زَالَ العَنَــاوَافَى الهَــنَا
وَالدَّ هرُ اَنجَـز وَعدَهُ وَالبِشــرُ اَضـحى مُعلَـــنَا
يَا نَفسُ طِيبِـى بِا للِّقَا يَا عَينُ قَــــرِّى اَعيُنَــــا
هَــذَا جَمَــالُ المُصطَفى اَنوَارُهُ لاَ حَـــت لَنَــــا
يَا طَيبَة مَاذَا نَقُــول وَفِيكِ قَد حَلَّ الرَّسُـــول
وَكُلُّنَـــانَ رجُو الوُصُول لِمُحَـــــــمَ ّدٍ نَبِيِّنَا
يَا رَوضَةَ الهَادِى الشّفِيع وَصَاحِبَيهِ وَالبَقيع
اُكتُب لَنَــا نَحنُ الجَمِيع زِيَارَةً لِحَبِيبِنَا
Gembira bagi kami kerana tercapai cita-cita hilang susah datang senang
masa telah menapati janjinya
gembira telah menjadi nyata
Gembira bagi kami kerana tercapai cita-cita
Hilang susah datang senang
Wahai jiwa bahagialah dengan pertemuan
Wahai mata berpuaslah hendaknya
Inilah dia keindahan Nabi
Cahaya telah menyinari kita sekalian
Wahai Madinah apa yang hendak dikata
Sedang dikotamu nabi menetap
Kami sekalian mengharap sampai
kerana nabi kekasih kami.
Wahai makam nabi yang mulia
Duahai sahabatnya dan ahli baqi'
Mudahkan lah Wahai Allah bagi kami sekalian
Ziarah bagi nabi kami

Rabu, 06 Maret 2013

Ratib al aththas


Bacaan Ratib al-Aththas
Bismillahir-rohmaanir-rahiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiina hamdan yuwafii ni’mahu wayukaafii mazidahu, yaa rabbana lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalaali wajhika wali’azhiimi sulthaanik, Al-Faatihah ilaa hadhrati Habiibina wa Sayyidina Muhammad SAW. Wa man walahu, ilaa ruuhi sayidina Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas shaahibu ratib, wa syaikh Ali bin Abdullah Al-Baros wa ushulihim wa furu’ihim, inna Allaha yataghasysyahum bir-rahmati wal maghfirati Al-Faatihah…..
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian yang dapat memenuhi tuntutan syukur atas nikmat-nikmat-Nya, Ya Robbana, bagi Mu lah segala pujian sebagaimana layaknya dengan kemuliaan wajah Mu dan kebesaran kekuasaan Mu. Al-Fatihah untuk kehadirat Tuanku, kekasih kami, dan pemberi syafa’at kami, pemimpin kami, Baginda Nabi Muhammad SAW dan keluarga, sahabat orang yang mengikutinya, dan ruhnya sayidina Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas penyusun ratib ini , dansyaikh Ali bin Abdullah Al-Baros serta asal usul danketurunan mereka, sesungguhnya Allah akan menolong mereka dengan rahmat dan ampunan, Al-Fatihah……
Lau anzalnaa haadzal qur’aana ‘alaa jabalin laraitahu khaasyi’an mutashaddi’an min khasy-yatillaahi watilkal amtsaalu nadhribuhaa linnaasi la’allahum yatakkafaruun. Huwallahul ladzii laa ilaaha illaa huwa ‘aalimul ghaibi wasy-syahaadati huwar rahmaanur rahiimu. Huwallaahul ladzii laa ilaaha illaa huwal malikul qudduusus salaamul mu’minul muhaiminul ‘aziizul jabbarul mukabbiru subhaanallaahi ‘ammaa yusyrikuuna. Huwallaahul khaaliqul baari-ul mushawwiru lahul asmaa-ul husna yusabbihu lahuu maa fis samaawaati wal ardhi wa huwal ‘aziizul hakiim.
A’uudzu billahis samii’il ‘aliimi minasyaithaanir rajiim (3x)
“Aku berlindung pada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk” (3x)
A’uudzu bikalimaatillahit taammaati min syarri maa khalaq (3x)
“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan apa-apa yang diciptakan-Nya” 3x
Bismillaahil ladziy laa yadhurru ma’asmihii syai-un filardhi walaa fis samaa’ii wahuwas samii’ul ‘aliim. (3x)
“Dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun dapat memberi mudharat, baik di bumi maupun di langit dan Dia- lah Tuhan yang maha mendengar lagi maha mengetahui” 3x
Bismillaahirrahmaanirrahiim wa lahawlaa wa laquwwata illaa billaahi ‘aaliyyil ‘azhiim. (10x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tiada daya dan tiada kekuatan dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”(10x)
Bismillaahirrahmaanirrahiim (3x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”(3x)
Bismillaahi tahashshannaa billahi bismillaahi tawakkalna ‘alaallah (3x)
“Dengan nama Allah aku berlindung dengan Allah. Dengan nama Allah aku berserah diri pada Allah”(3x)
Bismillahi aamannaabillaahi wa man yu’min billaahi lakhaufun ‘alayhi (3x)
“Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah. Barangsiapa beriman kepada Allah maka tiada takutbaginya”(3x)
Subhanallahi ‘azallahu Subhanallahi jallallaahu
“Maha suci Allah, Maha Mulia Allah, Maha suci Allah Maha Agung Allah”(3x)
Subhaanallaahi wa bihamdihii subhaanallaahil ‘azhiim (3x)
“Maha Suci Allah dengan segala puji kepada-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung.” (3x)
Subhananallaahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaaha wallaahu akbar (4x)
“Maha Suci Allah, dan segala puji hanya khusus bagi Allah, dan tiada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali hanyalah Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar.” (4x)
Yaa Lathiifan bi khalqih, Yaa ‘Aaliman bi khalqih, Yaa Khabiiran bi khalqih, ulthuf bina ya Lathiifu, ya ‘Aliimu, ya Khabiir 3x
“Yang Maha Lembut terhadap makhluk-NYA, Yang Maha Mengetahui terhadap makhluk-NYA, Yang Maha Mengamati terhadap makhlukNYA, berlemah lembutlah kepada kami Yang Maha Lembut, Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Mengamati” 3x
Laa ilaha illaallahu (40/70/100x) Muhammadur rasulullaah
“Tiada yang wajib disembah selain Allah (40/70/100x) Muhammad adalah rasul Allah”
Hasbunallaahu wa ni’mal wakiil (7x)
Bagi kami cukup Allah sebagai pelindung kami dan Dia adalah sebaik-baiknya Penolong
Allahumm shalli ‘alaa Muhammadin, Allaahumma shalli‘alaihi wassallim (11x)
“Wahai Tuhan kami, berilah shalawat/rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad, Ya Tuhan Kami berilah shalawat/rahmat-Mu kepadanya dan kesejahteraan-Mu.” 11x
Astaghfirullahi (11x)
“Aku mohon ampunan Allah” (11x)
Ta’ibu ‘ilaallaahu (3x)
Semoga aku termasuk golongan orang yang taubat kepad Allah
Ya Allah biha, Ya Allah biha, Ya Allahu bi husnil khatimah 3x
“Ya Allah dengan kalimahMU, Ya Allah dengan kalimahMU, Ya Allah karuniailah kami husnul khatimah (akhir hayat yang baik)” 3x
ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir.
Laa yukallifullaahu nafsan illa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa’alaihaa maktasabat, rabbana laa tu-aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa rabbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alal ladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih, wa’fu’anna waghfirlanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin.
“ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepadaMu-lah kami kembali.
Allah tidak membebani seseorang melainkan lebih dari kemampuannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya (mereka berdo’a) Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada oramg-orang sebelum kami, Ya Tuhan kami janganlah pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami.”
Al-Fatihah ilaa hadhrati ruuhi Sayyidina wa Habiibina wa Syafi”ina wa Maulana Musthafa Muhammad bin Abdullah SAW wa aalihi wa ashaabihi wa dzurriyaatihi wa ahli baitihiim ajmaa’in. Innallaaha yuklii darajaatihim fil jannaah wa yan fa’unaa biasraarihim wa anwaarihim wa ‘uluumihim wa syafa’atihim wa bihurmatihim fid diin wa dunyaa wal akhiraati wayaj ’aluunaa min hizbihim wa yarzuquuna mahabbatahum wa yatawaffanaa ‘alaa millatihim wa yahsyarnaa fii zumratihim. Syaili-llaahi lahum Al-Fatihah…..
“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga pahalanya disampaikan Allah kepada hadirat penghulu kami, kecintaan kami dan pemberi syafaat kami, Rasullullah Muhammad bin Abdillah SAW, juga kepada keluarganya, sahabat – sahabatnya, istri – istri nya dan anak cucu nya, dengan harapan semoga Allah meninggikan derajat mereka di dalam surga, dan semoga Allah memberi manfaat kepada kami dengan Rahasia mereka, cahaya mereka dan ilmu mereka dalam urusan agama dan dunia, dan semoga Allah menjadikan kami termasuk golongan mereka, dan mengaruniai kami kecintaan terhadap mereka, serta mewafatkan kami atas agama mereka dan membangkitkan kami dalam barisan mereka. Al Fatihah semoga Allah memberikan pahala kepada kamu sekalian.”
Al-Fatihah ilaa hadhrati ruuhi Sayyidina Ahmad bin Isa Al-Muhajir wa Sayidina Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’Alawy wa Sayiidil Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad As-Seqaff, wa ushuulihim wa furuu’ihim wa ahli silsilaatihim wal akhidziina minhum wal Jami’i sadatina Alii Ba’alawy wa dzawiil huquuqi ‘alayhim ‘ajma’iin. Innallaaha yaghfirullahum wa yarhamhum wa yuklii darajaatihim fil jannaah wa yan fa’unaa bi barakatihim wa asraarihim wa anwaarihim wa ‘uluumihim wa syafa’atihim wa bihurmatihim fid diin wa dunyaa wal akhiraati. Syaili-llaahi lahum Al-Fatihah…..
“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga pahalanya disampaikan kepada ruh Sayyidinal Imam al Mujahir Ilallah, Ahmad bin Isa, dan kepada ruh Al Fagihil Muqaddam bin Ali Ba Alawy juga kepada nenek moyang dan anak cucu keduanya, semua dengan harapan semoga Allah mengampuni mereka, menyayangi mereka serta meninggikan derajat mereka di dalam surga, dan semoga Allah memberi manfaat kepada kami dengan Asror mereka, cahayamereka, dan ilmu mereka di dalam agama, dunia, dan akhirat, Al Fatihah”
Khushushan Al-Fatihah ilaa hadhrati ruuhi Sayyidinawa habibina wa barakatina shahibi ratib Quthbi Anfas Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas tsumma ilaa ruuhi Syaikh Ali bin Abdullah Al-Baros, wa ushuulihim wa furuu’ihim wa ahli silsilaatihim wal akhidziina minhum, Innallaha yaghfirullahum wa yarhamhum wa yuklii daraajatihim fil jannaah wa yanfa’uunaa bi barakaatihim, wa asraarihim, wa anwaarihim, wa ‘ulumihim, wa nafakhatihim fii diin wa dun-yaa wal akhiraat, syai-un lillaahi lahum. Al-Fatihah…..
“Kami membaca Al-Fatihah dengan niat semoga pahalanya disampaikan Allah kepada ruh penyusun ratib ini, sayyidina wa habiibina wali penolong, wali qutub yang utama, al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas juga kepada ruh Syaikh Ali bin Abdullah Al-Baros , juga kepada nenek moyangnya, anak cucu mereka dan orang – orang yang mempunyai hak atas mereka semuanya, dengan harapan semoga Allah mengampuni mereka, menyayangi mereka dan meninggikan derajat mereka di surga, dan semoga Allah memberikan manfaat kepada kamidengan berkah mereka,Rahasia mereka, cahaya mereka, dan ilmu mereka juga semangat mereka di dalam agama, dunia dan akhirat, Al Fatihah.”
Al-Fatihah illaa hadhrati jami’il Auliya ta’ala wa shalihiina wal Immatir-rasyidiina wal Ulama’i amiiliin, wa illaa hadhrati walidiina wa masyaikhina wa mu’allimiina wa dzawiil huquuqi ‘alainaa ajma’in. tsumma illaa hadhrati jamii’il mukminiina wal mukminat wal muslimina wal muslimat al-ahyaa’i wal amwaat. Innallaha yaghfirullahum wa yarhamhum wa yuklii daraajatihim fil jannaah wa yan fa’uunaa wa barakaatihim, wa anwaarihim, wa asraarihim, wa ‘uluumihim fid diin wa dunyaa wal akhiraati. Syaili-llaahi lahum Al-Fatihah…..
“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga Allah menyampaikan pahalanya kepada arwah para aulia, orang – orang yang saleh dan pemimpin yang adil. Kemudian kepada arwah orang tua kami, guru –guru kami, mereka yang telah mengajar kepada kami, serta mereka yang mempunyai atas kami semuanya. Kemudian kepada arwah mukminin, mukminat, dan muslimin, muslimat, penduduk negeri ini, dengan harapan semoga Allah mengampuni mereka, menyayangi mereka dan meninggikan derajat mereka di dalam surga, dan semoga Allah memberikan manfaat kepada kami dari Rahasia mereka, cahaya mereka, dan ilmu mereka di dalam agama, dunia, dan akhirat, Al Fatihah.”
Al-Fatihah biniyyatil qabuuli wa wushuuli wa hushulitamami kulli su’lin wa ma’muul wa shalahisy-syaani zhahiraan wa bathinan fi diin wa dunya wal akhirat dafi’atan likulli syarrin jalibatan likulli khairin lana walidiina wali’awladina wa ‘ahbaabinaa wa masyaikhinaa fid-diini ma’al luthfi wal ‘aafiah wa’alaa niyyatin yunawwiru quluubana wa quwwalibanaa ma’at tuqaa wal hudaa wal’afaafa wal mauti ‘alaa diinil Islam wal iiman bilaa mihnatin wa laa imtihaanin bi haqqi sayyidinaa waladi ‘Adnaan wa likulli niyyatinshaalihatin wa illa hadhratil habiib Musthafa MaulanaSayidina Muhammad shallallaahu alaihi wa aalihii wa shahbihi wa sallama. Al-Fatihah......
“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga bacaan kami diterima dan sampai kepada Allah serta dapat mencapai semua yang dicita – citakan, mendapat perbaikan keadaan lahir dan batin dalam urusan agama, dunia dan akhirat, serta menolak semua kejahatan dan mendatangkan semua kebaikan, bagi kami, orang tua kami, orang – orang yang kami cintai, guru – guru kami dalam agama, disertai kelembutan dan kesejahteraan. Dan dengan niat semoga Allah menerangi kalbu dan sanubari kami dengan cahaya takwa, petunjuk dan penjauhan diri dari keinginan – keinginan hina, dan meninggal dunia dalam keadaan memeluk Islam dan iman, tanpa disertai bencana dan cobaan, berkat kemuliaan putra Adnan (Rasullullah) , mengumpulkan semua niat yang baik dan bertambah – tambah cintakepada sayyidina Nabi Muhammad SAW wa shohbihi wa sallam, Al Fatihah.”
Doa.
Bismillahir-rohmaanir-rahiim.Alhamdulillahir-rabbil-‘alaamin.
Ar-rahmaanir-rahiim (3x)
Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiina hamdan yuwafii ni’mahu wayukaafii mazidahu, yaa rabbana lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalaaliwajhika wali’azhiimi sulthaanik
Subhaanaka laa nuhsii tsanaa-an ‘alaika anta kama atsnaita’alaa nafsika falakal hamdu hatta tardlaa wa lakal hamdu idzaa radliita wa lakal hamdu ba’dar ridlaa.
Allahuma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin filawaalin
Allahuma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin filaakhirin
Allahuma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin fin-nabiyyin
Allahuma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin filmursaliin
Allahuma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin filmala illa yaumid-diin
Allahuma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin fiikulli waqtin wahiin
Allahuma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin hatta taritsal ardla waman ‘alaihaa wa anta khairul waaritsiina.
Allaahumma innaa nastahfidhuka wa nastaudi’uka diinanaa wa anfusanaa wa ahlanaa wa aulaadana wa masyaikhina wa amwalaana wa kulla syai’in a’thaitanaa.
Allahummaj’alnaa fii kanafika wa amaanika wajiwaarika wa ‘iyaadzika min kulli syaithaanin mariidin wa jabbarin ‘aniidin wa dzii’ainin wa dzii baghyin wa min syarri kulli dzii syarrin innaka ‘alaa kulli syai’in qodiir.
Allahumma jammilnaa bil’aafiyati was salaamaati wa haqiqnaa bit taqwaa wal istiqamaati wa a’idznaa min muujibaati nadamati fil-hali wal maali innaka samii’ud du’aai.
allahumaghfirlana wa liwalidiina wa li awladiina wa masyaikhina wa lii ikhwaninaa fid diini wa li ashabiina wa ‘ahbaabinaa wa liman ahabbanaa fiika waliman ahsana ilaina wa mu’alimiina fid-diin wa dzawiil huquuqi ‘alainaa ajma’in wa lil jamii’il mukminiina wal mukminat wal muslimina wal muslimat al-ahyaa’i wal amwaat innaka alla kulli syai’in qadiir yaa rabbal ‘alaamiin.
Wa shalli Allahumma bijamalika wa jalalika ‘alaa sayidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi washahbihi ajma’in.
Allahummar-zuqnaa kamaa lal mutaba’ati lahu zhahiran wa bathinan bil ‘afiyaata wal salamah yaa arhamar-rahiimiin
Subhaanaka rabbika rabbil ‘izzati ‘amma yashifuuna wasalamun ‘alal mursaliina wal hamdulillahi rabbil’aalamiin.
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih,Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian yang dapat memenuhi tuntutan syukur atas nikmat - nikmat Nya.
Ya Robbana, bagi Mu lah segala pujian sebagaimanalayaknya dengan kemuliaan wajah Mu dan kebesaran kekuasaan Mu. Maha Suci Engkau kami tidak mampu menghinggakan sanjungan kepada Mu, sebagaimana Engkau telah menyanjung diri Mu sendiri.Bagi Mu lah segala pujian hingga Engkau Ridho, bagi Mu lah segala pujian jika Engkau Ridha, dan bagi Mu lah segala pujian sesudah Engkau ridha.
Ya Allah limpahkanlah segala shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad, di kalangan orang– orang permulaan; limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad dikalangan orang – orang kemudian ; limpahkanlah shalawat dansalam kepada penghulu kami Muhammad di setiap waktu dan saat ; limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad di kalangan malaikat hingga hari kiamat ; dan limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad hingga Engkau warisi bumi dan siapa – siapa yang ada di atasnya, sedang Engkau adalah sebaik – baik pemberi warisan.
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan-MU dan kami titipkan kepadaMU agama, diri, keluarga, anak-anak, harta, dan segala sesuatu yang telah Kau berikan kepada kami.
Ya Allah jadikanlah kami selalu di bawah pengawasan, keamanan dan perlindungan-Mu dari godaan setan yang terkutuk, pengusa-pengusa yang keji, dari orang-orang yang berbuat aniaya dan dzalim dan dari segala sesuatu yang bersifat jahat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas penentu segala sesuatu.
Ya Allah, tetapkanlah diri kami dengan kesehatan dan keselamatan, yakinlah diri kami dengan takwa dan istiqomah dan hindarkanlah kami dari penyebab-penyebab penyesalan, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Segala doa.
Ya Allah ampunilah segala dosa kami semua, anak cucu keturunan kami, guru-guru kami, kedua orang tua kami, istri/suami kami kakek-nenek kami, keluarga kami, saudara-saudara kami, sanak kerabat kami, orang-orang dirumah kami, sahabat kami, orang-orang yang mencintai kami dan kecintaan kami karena Allah, orang-orang yang berbuat baik kepada kami, orang-orang yang mengajarkan agama kepada kami, orang-orang yangmempunyai hak atas kami, serta seluruh kaum muslimin muslimat wal mukminin mukminat.
Limpahkanlah shalawat ya Allah dengan keindahan dan keagunganMu atas junjungan kami Muhammad dan atas keluarganya dan semua sahabat-sahabatnya.
Ya Allah limpahkanlah/anugrahkan selalu kesempurnaan rezeki kepada kami untuk menjadi pengikutnya yang baik; lahir dan batin, dalam keadaan sejahtera dan selamat atas rahmat-Mu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dengan keutamaan ayat : Maha Suci Tuhanmu TuhanYang Maha Mulia dari apa yang disifatkan oleh orang orang kafir, dan sejahtera atas sekalian Rasul dan segala puji bagi Allah yang mempunyai alam semesta ini.”
Sehabis baca ratib sebaiknya dilanjutkan dengan doa/hajat masing-masing .

wasiat Abdullah bin alwy ahaddad

Mutiara Wasiat Al-Habib Abdullah bin Alwy Al-Hadad ra.
· Tuntutlah ilmu dari orang-orang yang benar-benar mewarisi ilmu dari Rasulullah SAW, yang sanad isnadnya (silsilah ilmunya sampai Rasulullah) terpercaya karena menuntut ilmu agama itu wajib bagi setiap orang Islam baik laki-laki maupun perempuan. Barang siapa meninggalkannya ia akan berdosa. Karena tanpa ilmu agama, amal ibadah akan tertolak, tidak diterima oleh Allah SWT.
“Setiap orang yang beramal tanpa dibarengi dengan ilmu pengetahuan (tentangamalnya itu) maka amalan-amalannya tertolak dan tidak diterima.”
· Tidak ada di zaman ini (abad 12 H) yang lebih mudah dan baik daripada Thariqah Ba’Alawy yang telah diakui oleh ulama Yaman dan disepakati oleh ulama Haramain (dua Tanah Haram – Mekkah Madinah).Thariqah Ba’Alawy (Alawiyah) adalah Thariqah Nabawiyah.
· Thariqah Kepemimpinan adalah thariqah kami Ba’Alawy, dan ini thariqah spesial, dan yang dimaksud thariqah kepemimpinan adalah ikut dan tunduk serta pasrahnya seorang murid terhadap jejak langkah guru yang membimbing dan menuntunnya kejalan Allah, dengan menanggalkan sementara peran akal (rasio). Sesungguhnya akal tidak berperan didalamnya, sebab segala hal disini berdasarkan kasyf (penglihatan mata hati).
· Ikut langkah-langkah ulama salaf (ulama terdahulu) akan membuahkan kebaikan yang amat besar, walaupun si pemikut bukan tergolong ahlil bathin. Tetapi jika ia serasikan langkahnya dengan ulama salaf, maka ia akan mendapatkan seperti apa yang didapat oleh mereka para salaf salihin.
· Segala permasalahan yang ada itu berlandasakan kejujuran, ada pun orang yang biasa berbohong jika diibaratkan bangunan tidaklah jauh berbeda dengan bangunan diatas air.(lemah dan mudah runtuh).
· Jika satu zaman itu rusak, maka wajiblah bagi mereka yang hidup di zaman itu, untuk mengikuti jejak langkah ulama salaf salihin. Jika tidak mampu menyamakan diri dengan mereka dalam setiap langkah, paling tidak hampir menyamai mereka, sebab setiap orang dalam kehidupan itu harus memiliki panutan (imam), sedang orang yang tidak memiliki panutan (Imam) maka panutannya adalah setan.
· Telah sesat sekelompok orang sebab buku yang dibacanya, seseorang tidak akan menjadi alim besar kecuali dengan guru yang membimbing dan menuntunnya, bukan dengan buku yang dibacanya.
· Penghuni kubur dari para Wali Allah berada di sisi Allah. Barang siapa tawajuh kepada mereka, maka mereka spontan datang membantunya.
· Jika kamu melihat seorang dari Ba’Alawy berjalan diluar Thariqah Ba’Alawy maka sesungguhnya maka tiada yang menghalangidirinya selain kelemahannya sendiri, dan kelemahan itu adakalanya dalam kondisi ekonomi atau hati.
· Thoriqah Alawiyyah berdiri atas dasar kemuliaan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
· Barangsiapa yang menjalin hubungan (kontak batin) dengan kami, maka kami berikan kepadanya segala perhatian kami, kami tidak pernah melepas dan meninggalkannya walaupun dia tinggal jauh dari tempat kami.
· Tidak ada hak yang lebih besar kecuali haknya seorang guru. Ini wajib di pelihara oleh setiap orang Islam yang ingin selamat dunia akhirat. Sungguh pantas bila seorang guru yang mengajar, walau hanya satu huruf, diberi hadiah seribu dirham sebagai tanda hormat padanya. Sebab guru yang mengajarmu satu huruf yang kamu butuhkan dalam agama, dia ibarat bapakmu dalam agama.
· Barangsiapa ingin anaknya menjadi orang alim, maka dia harus menghormati para ahli fiqih. Dan memberi sedekah pada mereka. Jika ternyata anaknya tidak menjadi alim, maka pasti diantara cucu keturunannya yangakan menjadi orang alim.
· Seorang murid (pencari jalan menuju Allah)tidak boleh menyakiti hati gurunya karena belajar dan ilmunya tidak akan diberi berkah.
· Adakalanya seseorang murid (pencari jalanmenuju Allah) diuji dengan kemiskinan, kepapaan dan kesempitan dalam kehidupan. Maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah SWT, disebabkan dengan hal tersebut diatas dan harus beranggapan berprasangka bahwa takdir/kehendak Allah menjadikan anda miskin, papa dan susah serta sempit sebagai sebesar-besarnya kenikmatan karena dunia adalah musuh Allah.Anda harus bersyukur, maka Allah akan mengangkat derajatnya sama dengan para nabi-Nya, para Auliya-Nya dan hamba-hamba yang shaleh.
· Ketahuilah bahwa rizki itu telah ditentukan dan telah dibagikan oleh Allah SWT. Diantara hamba-hamba-Nya ada yang diluaskan rezekinya dan dilapangkan kehidupannya, dan dikurangkankan rizkinya menurut kebijaksanaan-Nya. Bersifatlah qona’ah (cukup) atas apa yang ditentukan Allah bagimu.
· Awas dan waspadalah dengan panjang angan-angan dan harapan tentang kehidupan di dunia, karena dunia akan menariknya untuk mencintai dunia, dan anda akan terikat dengannya sehingga sukar untuk beribadat dan mengasingkan diri untuk menuju jalan akhirat.
· Ada setengah manusia yang tabiatnya sukamenganiaya orang, memandang rendah terhadapnya, atau suka mencela dan sebagainya. Jika anda tergolong orang terkena penganiayaan orang maka hendaklahanda bersabar jangan sekali-kali anda membalasnya. Disamping itu, hati anda harus benar-benar bersih dari dengki dan dendam terhadapnya, dan lebih utama lagi jika anda memaafkan orang yang menganiayamu, dan anda doakan supaya Allah memberi petunjuk kepadanya, dan itulah tanda-tanda akhlak serta tingkah laku para Shiddiqin (Orang yang Benar).
· Berusahalah sekuat kemampuanmu dalam menghindari diri dari rasa takut dan butuh serta berharap hak terhadap manusia, karena hal tersebut anda akan dipandang oleh manusia tetapi dipandang hina dalam pandangan Allah SWT, karena orang mukmin itu mulia disisi Allah SWT, tiada takut pada siapapun selain Allah dan apa yang dicintai-Nya, dan tak pernah mengharapkan sesuatu selain Allah.
· Awas! Jangan sekali-kali anda mentaati syaikh (guru) itu hanya lahiriah semata, karena ketahuilah bahwa syaikh itu dapat melihat ketaatanmu padanya, dibelakangnya anda membantah dan mendurhakai kerena sangkaanmu, anda sangka Allah tidak tahu kelakuanmu, sedangkan syaikhmu itu dekat dengan-Nya. Kalau anda begitu akan mendapatkan kecelakaan, kesempitan dan kebinasaan. Bukankah Allah berjanji kepada barang siapa Aku cintai maka penglihatannya adalah penglihatan-KU, pendengarannya adalah pendengaran-KU, mulutnya adalah mulut-KU, tangannya adalahtangan-KU dan kakinya adalah kaki-KU, barangsiapa memusuhinya atau menyakitinya, maka AKU dan para malaikatKU mengumandangkan perang terhadap dirinya. Jangan sekali-kali datang pada syaikh yang lain melainkan dengan izin syaikhmu.
· Ketahuilah bahwa sesungguhnya syaikhmu sangat berat hati tentang apa-apa yang baik untukmu, dengan itu janganlah engkau menuduh dan menyangka bahwa dia menyimpan perasaan dengki dan cemburu terhadap dirimu, dan semoga dijauhkan olehAllah. Karena kamu hanya memandang sesuatu hal dengan pandangan lahiriah belaka bukan pandangan bashirah (mata hati dengan Allah). Awas ! jangan coba-coba menuntut agar syaikhmu mengeluarkan kelebihannya. Karena jika syaikhmu seorang Ahlillaah (orang yang meyakinkan dirinya untuk mengabdi kepada Allah) kekasih Allah,maka ia adalah orang-orang yang teramat merahasiakan kebaikannya, menutupi rahasia-rahasia tentang dirinya, dan sangat jauh untuk menonjolkan dirinya dengan karamah-karamah atau perkara-perkara luar biasa kepada orang banyak meskipun iaamat kuasa dan mampu untuk melakukannya serta diizinkan oleh Allah untuk melahirkannya (memperlihatkan karamahnya).
· Syaikh yang kamil (sempurna) ialah seorang syaikh yang selalu memberi faedahpada muridnya, dengan kesungguhan dalam perbuatan dan perkataanya, dia memelihara muridnya sewaktu dihadapannya maupun ketika berada jauh daripadanya. Sang Syaikh memelihara muridnya dengan getaran-getaran kalbunya dalam segala hal yang dikerjakan oleh muridnya. Maka paling sangat berbahaya jika Syaikhnya sudah berpaling dari si-murid. Dalam hal ini jika seluruh syaikh dan wali-NYA yang lain dari timur sampai ke barat dikumpulkan seluruhnya, untuk mengubah hati syaikhnya, niscaya sia-sia dan tidak akan berhasil, kecuali sang murid sendiri harus berusaha untuk mengubah hati syaikhnya dan minta maaf serta mendapat keridhoannya.
· Jika anda menyimpan penuh ta’zhim (kepatuhan) dan penghormatan setinggi-tingginya terhadap syaikhmu, senantiasa menghargainya, percaya lahir dan batin bersedia mematuhi segala perintahnya, mencontoh akhlaknya, maka itulah tandanya anda sedang mewarisi rahasia-rahasia dari syaikhmu dari syaikhnya dari syaikhnya terus bersambung sampai dari Baginda Nabi Rasulullah SAW, atau sebagian dari rahasia-rahasia tersebut, dan ia terus akan hidup disisimu sesudah wafatnya syaikhmu, inilah anugrah yang terbesar dari Allah SWTyang dapat menghantarkan kita selamat & bahagia di dalam agama, dunia dan akhirat kelak.
· Para orang sholeh itu setelah wafat hanya hilang jasadnya saja , pada hakikatnya masih hidup seperti sedia kala malah tambah tajam pandangan bashirahnya dan makin kuat tawajuhnya (menghadap) kepada Allah.
|