Rabu, 06 Maret 2013

Ratib al aththas


Bacaan Ratib al-Aththas
Bismillahir-rohmaanir-rahiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiina hamdan yuwafii ni’mahu wayukaafii mazidahu, yaa rabbana lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalaali wajhika wali’azhiimi sulthaanik, Al-Faatihah ilaa hadhrati Habiibina wa Sayyidina Muhammad SAW. Wa man walahu, ilaa ruuhi sayidina Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas shaahibu ratib, wa syaikh Ali bin Abdullah Al-Baros wa ushulihim wa furu’ihim, inna Allaha yataghasysyahum bir-rahmati wal maghfirati Al-Faatihah…..
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian yang dapat memenuhi tuntutan syukur atas nikmat-nikmat-Nya, Ya Robbana, bagi Mu lah segala pujian sebagaimana layaknya dengan kemuliaan wajah Mu dan kebesaran kekuasaan Mu. Al-Fatihah untuk kehadirat Tuanku, kekasih kami, dan pemberi syafa’at kami, pemimpin kami, Baginda Nabi Muhammad SAW dan keluarga, sahabat orang yang mengikutinya, dan ruhnya sayidina Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas penyusun ratib ini , dansyaikh Ali bin Abdullah Al-Baros serta asal usul danketurunan mereka, sesungguhnya Allah akan menolong mereka dengan rahmat dan ampunan, Al-Fatihah……
Lau anzalnaa haadzal qur’aana ‘alaa jabalin laraitahu khaasyi’an mutashaddi’an min khasy-yatillaahi watilkal amtsaalu nadhribuhaa linnaasi la’allahum yatakkafaruun. Huwallahul ladzii laa ilaaha illaa huwa ‘aalimul ghaibi wasy-syahaadati huwar rahmaanur rahiimu. Huwallaahul ladzii laa ilaaha illaa huwal malikul qudduusus salaamul mu’minul muhaiminul ‘aziizul jabbarul mukabbiru subhaanallaahi ‘ammaa yusyrikuuna. Huwallaahul khaaliqul baari-ul mushawwiru lahul asmaa-ul husna yusabbihu lahuu maa fis samaawaati wal ardhi wa huwal ‘aziizul hakiim.
A’uudzu billahis samii’il ‘aliimi minasyaithaanir rajiim (3x)
“Aku berlindung pada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk” (3x)
A’uudzu bikalimaatillahit taammaati min syarri maa khalaq (3x)
“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan apa-apa yang diciptakan-Nya” 3x
Bismillaahil ladziy laa yadhurru ma’asmihii syai-un filardhi walaa fis samaa’ii wahuwas samii’ul ‘aliim. (3x)
“Dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun dapat memberi mudharat, baik di bumi maupun di langit dan Dia- lah Tuhan yang maha mendengar lagi maha mengetahui” 3x
Bismillaahirrahmaanirrahiim wa lahawlaa wa laquwwata illaa billaahi ‘aaliyyil ‘azhiim. (10x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tiada daya dan tiada kekuatan dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”(10x)
Bismillaahirrahmaanirrahiim (3x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”(3x)
Bismillaahi tahashshannaa billahi bismillaahi tawakkalna ‘alaallah (3x)
“Dengan nama Allah aku berlindung dengan Allah. Dengan nama Allah aku berserah diri pada Allah”(3x)
Bismillahi aamannaabillaahi wa man yu’min billaahi lakhaufun ‘alayhi (3x)
“Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah. Barangsiapa beriman kepada Allah maka tiada takutbaginya”(3x)
Subhanallahi ‘azallahu Subhanallahi jallallaahu
“Maha suci Allah, Maha Mulia Allah, Maha suci Allah Maha Agung Allah”(3x)
Subhaanallaahi wa bihamdihii subhaanallaahil ‘azhiim (3x)
“Maha Suci Allah dengan segala puji kepada-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung.” (3x)
Subhananallaahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaaha wallaahu akbar (4x)
“Maha Suci Allah, dan segala puji hanya khusus bagi Allah, dan tiada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali hanyalah Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar.” (4x)
Yaa Lathiifan bi khalqih, Yaa ‘Aaliman bi khalqih, Yaa Khabiiran bi khalqih, ulthuf bina ya Lathiifu, ya ‘Aliimu, ya Khabiir 3x
“Yang Maha Lembut terhadap makhluk-NYA, Yang Maha Mengetahui terhadap makhluk-NYA, Yang Maha Mengamati terhadap makhlukNYA, berlemah lembutlah kepada kami Yang Maha Lembut, Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Mengamati” 3x
Laa ilaha illaallahu (40/70/100x) Muhammadur rasulullaah
“Tiada yang wajib disembah selain Allah (40/70/100x) Muhammad adalah rasul Allah”
Hasbunallaahu wa ni’mal wakiil (7x)
Bagi kami cukup Allah sebagai pelindung kami dan Dia adalah sebaik-baiknya Penolong
Allahumm shalli ‘alaa Muhammadin, Allaahumma shalli‘alaihi wassallim (11x)
“Wahai Tuhan kami, berilah shalawat/rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad, Ya Tuhan Kami berilah shalawat/rahmat-Mu kepadanya dan kesejahteraan-Mu.” 11x
Astaghfirullahi (11x)
“Aku mohon ampunan Allah” (11x)
Ta’ibu ‘ilaallaahu (3x)
Semoga aku termasuk golongan orang yang taubat kepad Allah
Ya Allah biha, Ya Allah biha, Ya Allahu bi husnil khatimah 3x
“Ya Allah dengan kalimahMU, Ya Allah dengan kalimahMU, Ya Allah karuniailah kami husnul khatimah (akhir hayat yang baik)” 3x
ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir.
Laa yukallifullaahu nafsan illa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa’alaihaa maktasabat, rabbana laa tu-aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa rabbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alal ladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih, wa’fu’anna waghfirlanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin.
“ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepadaMu-lah kami kembali.
Allah tidak membebani seseorang melainkan lebih dari kemampuannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya (mereka berdo’a) Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada oramg-orang sebelum kami, Ya Tuhan kami janganlah pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami.”
Al-Fatihah ilaa hadhrati ruuhi Sayyidina wa Habiibina wa Syafi”ina wa Maulana Musthafa Muhammad bin Abdullah SAW wa aalihi wa ashaabihi wa dzurriyaatihi wa ahli baitihiim ajmaa’in. Innallaaha yuklii darajaatihim fil jannaah wa yan fa’unaa biasraarihim wa anwaarihim wa ‘uluumihim wa syafa’atihim wa bihurmatihim fid diin wa dunyaa wal akhiraati wayaj ’aluunaa min hizbihim wa yarzuquuna mahabbatahum wa yatawaffanaa ‘alaa millatihim wa yahsyarnaa fii zumratihim. Syaili-llaahi lahum Al-Fatihah…..
“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga pahalanya disampaikan Allah kepada hadirat penghulu kami, kecintaan kami dan pemberi syafaat kami, Rasullullah Muhammad bin Abdillah SAW, juga kepada keluarganya, sahabat – sahabatnya, istri – istri nya dan anak cucu nya, dengan harapan semoga Allah meninggikan derajat mereka di dalam surga, dan semoga Allah memberi manfaat kepada kami dengan Rahasia mereka, cahaya mereka dan ilmu mereka dalam urusan agama dan dunia, dan semoga Allah menjadikan kami termasuk golongan mereka, dan mengaruniai kami kecintaan terhadap mereka, serta mewafatkan kami atas agama mereka dan membangkitkan kami dalam barisan mereka. Al Fatihah semoga Allah memberikan pahala kepada kamu sekalian.”
Al-Fatihah ilaa hadhrati ruuhi Sayyidina Ahmad bin Isa Al-Muhajir wa Sayidina Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’Alawy wa Sayiidil Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad As-Seqaff, wa ushuulihim wa furuu’ihim wa ahli silsilaatihim wal akhidziina minhum wal Jami’i sadatina Alii Ba’alawy wa dzawiil huquuqi ‘alayhim ‘ajma’iin. Innallaaha yaghfirullahum wa yarhamhum wa yuklii darajaatihim fil jannaah wa yan fa’unaa bi barakatihim wa asraarihim wa anwaarihim wa ‘uluumihim wa syafa’atihim wa bihurmatihim fid diin wa dunyaa wal akhiraati. Syaili-llaahi lahum Al-Fatihah…..
“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga pahalanya disampaikan kepada ruh Sayyidinal Imam al Mujahir Ilallah, Ahmad bin Isa, dan kepada ruh Al Fagihil Muqaddam bin Ali Ba Alawy juga kepada nenek moyang dan anak cucu keduanya, semua dengan harapan semoga Allah mengampuni mereka, menyayangi mereka serta meninggikan derajat mereka di dalam surga, dan semoga Allah memberi manfaat kepada kami dengan Asror mereka, cahayamereka, dan ilmu mereka di dalam agama, dunia, dan akhirat, Al Fatihah”
Khushushan Al-Fatihah ilaa hadhrati ruuhi Sayyidinawa habibina wa barakatina shahibi ratib Quthbi Anfas Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas tsumma ilaa ruuhi Syaikh Ali bin Abdullah Al-Baros, wa ushuulihim wa furuu’ihim wa ahli silsilaatihim wal akhidziina minhum, Innallaha yaghfirullahum wa yarhamhum wa yuklii daraajatihim fil jannaah wa yanfa’uunaa bi barakaatihim, wa asraarihim, wa anwaarihim, wa ‘ulumihim, wa nafakhatihim fii diin wa dun-yaa wal akhiraat, syai-un lillaahi lahum. Al-Fatihah…..
“Kami membaca Al-Fatihah dengan niat semoga pahalanya disampaikan Allah kepada ruh penyusun ratib ini, sayyidina wa habiibina wali penolong, wali qutub yang utama, al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Aththas juga kepada ruh Syaikh Ali bin Abdullah Al-Baros , juga kepada nenek moyangnya, anak cucu mereka dan orang – orang yang mempunyai hak atas mereka semuanya, dengan harapan semoga Allah mengampuni mereka, menyayangi mereka dan meninggikan derajat mereka di surga, dan semoga Allah memberikan manfaat kepada kamidengan berkah mereka,Rahasia mereka, cahaya mereka, dan ilmu mereka juga semangat mereka di dalam agama, dunia dan akhirat, Al Fatihah.”
Al-Fatihah illaa hadhrati jami’il Auliya ta’ala wa shalihiina wal Immatir-rasyidiina wal Ulama’i amiiliin, wa illaa hadhrati walidiina wa masyaikhina wa mu’allimiina wa dzawiil huquuqi ‘alainaa ajma’in. tsumma illaa hadhrati jamii’il mukminiina wal mukminat wal muslimina wal muslimat al-ahyaa’i wal amwaat. Innallaha yaghfirullahum wa yarhamhum wa yuklii daraajatihim fil jannaah wa yan fa’uunaa wa barakaatihim, wa anwaarihim, wa asraarihim, wa ‘uluumihim fid diin wa dunyaa wal akhiraati. Syaili-llaahi lahum Al-Fatihah…..
“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga Allah menyampaikan pahalanya kepada arwah para aulia, orang – orang yang saleh dan pemimpin yang adil. Kemudian kepada arwah orang tua kami, guru –guru kami, mereka yang telah mengajar kepada kami, serta mereka yang mempunyai atas kami semuanya. Kemudian kepada arwah mukminin, mukminat, dan muslimin, muslimat, penduduk negeri ini, dengan harapan semoga Allah mengampuni mereka, menyayangi mereka dan meninggikan derajat mereka di dalam surga, dan semoga Allah memberikan manfaat kepada kami dari Rahasia mereka, cahaya mereka, dan ilmu mereka di dalam agama, dunia, dan akhirat, Al Fatihah.”
Al-Fatihah biniyyatil qabuuli wa wushuuli wa hushulitamami kulli su’lin wa ma’muul wa shalahisy-syaani zhahiraan wa bathinan fi diin wa dunya wal akhirat dafi’atan likulli syarrin jalibatan likulli khairin lana walidiina wali’awladina wa ‘ahbaabinaa wa masyaikhinaa fid-diini ma’al luthfi wal ‘aafiah wa’alaa niyyatin yunawwiru quluubana wa quwwalibanaa ma’at tuqaa wal hudaa wal’afaafa wal mauti ‘alaa diinil Islam wal iiman bilaa mihnatin wa laa imtihaanin bi haqqi sayyidinaa waladi ‘Adnaan wa likulli niyyatinshaalihatin wa illa hadhratil habiib Musthafa MaulanaSayidina Muhammad shallallaahu alaihi wa aalihii wa shahbihi wa sallama. Al-Fatihah......
“Kami membaca Al Fatihah dengan niat semoga bacaan kami diterima dan sampai kepada Allah serta dapat mencapai semua yang dicita – citakan, mendapat perbaikan keadaan lahir dan batin dalam urusan agama, dunia dan akhirat, serta menolak semua kejahatan dan mendatangkan semua kebaikan, bagi kami, orang tua kami, orang – orang yang kami cintai, guru – guru kami dalam agama, disertai kelembutan dan kesejahteraan. Dan dengan niat semoga Allah menerangi kalbu dan sanubari kami dengan cahaya takwa, petunjuk dan penjauhan diri dari keinginan – keinginan hina, dan meninggal dunia dalam keadaan memeluk Islam dan iman, tanpa disertai bencana dan cobaan, berkat kemuliaan putra Adnan (Rasullullah) , mengumpulkan semua niat yang baik dan bertambah – tambah cintakepada sayyidina Nabi Muhammad SAW wa shohbihi wa sallam, Al Fatihah.”
Doa.
Bismillahir-rohmaanir-rahiim.Alhamdulillahir-rabbil-‘alaamin.
Ar-rahmaanir-rahiim (3x)
Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiina hamdan yuwafii ni’mahu wayukaafii mazidahu, yaa rabbana lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalaaliwajhika wali’azhiimi sulthaanik
Subhaanaka laa nuhsii tsanaa-an ‘alaika anta kama atsnaita’alaa nafsika falakal hamdu hatta tardlaa wa lakal hamdu idzaa radliita wa lakal hamdu ba’dar ridlaa.
Allahuma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin filawaalin
Allahuma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin filaakhirin
Allahuma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin fin-nabiyyin
Allahuma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin filmursaliin
Allahuma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin filmala illa yaumid-diin
Allahuma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin fiikulli waqtin wahiin
Allahuma shalli ‘alaa sayidina Muhammadin hatta taritsal ardla waman ‘alaihaa wa anta khairul waaritsiina.
Allaahumma innaa nastahfidhuka wa nastaudi’uka diinanaa wa anfusanaa wa ahlanaa wa aulaadana wa masyaikhina wa amwalaana wa kulla syai’in a’thaitanaa.
Allahummaj’alnaa fii kanafika wa amaanika wajiwaarika wa ‘iyaadzika min kulli syaithaanin mariidin wa jabbarin ‘aniidin wa dzii’ainin wa dzii baghyin wa min syarri kulli dzii syarrin innaka ‘alaa kulli syai’in qodiir.
Allahumma jammilnaa bil’aafiyati was salaamaati wa haqiqnaa bit taqwaa wal istiqamaati wa a’idznaa min muujibaati nadamati fil-hali wal maali innaka samii’ud du’aai.
allahumaghfirlana wa liwalidiina wa li awladiina wa masyaikhina wa lii ikhwaninaa fid diini wa li ashabiina wa ‘ahbaabinaa wa liman ahabbanaa fiika waliman ahsana ilaina wa mu’alimiina fid-diin wa dzawiil huquuqi ‘alainaa ajma’in wa lil jamii’il mukminiina wal mukminat wal muslimina wal muslimat al-ahyaa’i wal amwaat innaka alla kulli syai’in qadiir yaa rabbal ‘alaamiin.
Wa shalli Allahumma bijamalika wa jalalika ‘alaa sayidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi washahbihi ajma’in.
Allahummar-zuqnaa kamaa lal mutaba’ati lahu zhahiran wa bathinan bil ‘afiyaata wal salamah yaa arhamar-rahiimiin
Subhaanaka rabbika rabbil ‘izzati ‘amma yashifuuna wasalamun ‘alal mursaliina wal hamdulillahi rabbil’aalamiin.
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih,Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, pujian yang dapat memenuhi tuntutan syukur atas nikmat - nikmat Nya.
Ya Robbana, bagi Mu lah segala pujian sebagaimanalayaknya dengan kemuliaan wajah Mu dan kebesaran kekuasaan Mu. Maha Suci Engkau kami tidak mampu menghinggakan sanjungan kepada Mu, sebagaimana Engkau telah menyanjung diri Mu sendiri.Bagi Mu lah segala pujian hingga Engkau Ridho, bagi Mu lah segala pujian jika Engkau Ridha, dan bagi Mu lah segala pujian sesudah Engkau ridha.
Ya Allah limpahkanlah segala shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad, di kalangan orang– orang permulaan; limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad dikalangan orang – orang kemudian ; limpahkanlah shalawat dansalam kepada penghulu kami Muhammad di setiap waktu dan saat ; limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad di kalangan malaikat hingga hari kiamat ; dan limpahkanlah shalawat dan salam kepada penghulu kami Muhammad hingga Engkau warisi bumi dan siapa – siapa yang ada di atasnya, sedang Engkau adalah sebaik – baik pemberi warisan.
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan-MU dan kami titipkan kepadaMU agama, diri, keluarga, anak-anak, harta, dan segala sesuatu yang telah Kau berikan kepada kami.
Ya Allah jadikanlah kami selalu di bawah pengawasan, keamanan dan perlindungan-Mu dari godaan setan yang terkutuk, pengusa-pengusa yang keji, dari orang-orang yang berbuat aniaya dan dzalim dan dari segala sesuatu yang bersifat jahat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas penentu segala sesuatu.
Ya Allah, tetapkanlah diri kami dengan kesehatan dan keselamatan, yakinlah diri kami dengan takwa dan istiqomah dan hindarkanlah kami dari penyebab-penyebab penyesalan, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Segala doa.
Ya Allah ampunilah segala dosa kami semua, anak cucu keturunan kami, guru-guru kami, kedua orang tua kami, istri/suami kami kakek-nenek kami, keluarga kami, saudara-saudara kami, sanak kerabat kami, orang-orang dirumah kami, sahabat kami, orang-orang yang mencintai kami dan kecintaan kami karena Allah, orang-orang yang berbuat baik kepada kami, orang-orang yang mengajarkan agama kepada kami, orang-orang yangmempunyai hak atas kami, serta seluruh kaum muslimin muslimat wal mukminin mukminat.
Limpahkanlah shalawat ya Allah dengan keindahan dan keagunganMu atas junjungan kami Muhammad dan atas keluarganya dan semua sahabat-sahabatnya.
Ya Allah limpahkanlah/anugrahkan selalu kesempurnaan rezeki kepada kami untuk menjadi pengikutnya yang baik; lahir dan batin, dalam keadaan sejahtera dan selamat atas rahmat-Mu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dengan keutamaan ayat : Maha Suci Tuhanmu TuhanYang Maha Mulia dari apa yang disifatkan oleh orang orang kafir, dan sejahtera atas sekalian Rasul dan segala puji bagi Allah yang mempunyai alam semesta ini.”
Sehabis baca ratib sebaiknya dilanjutkan dengan doa/hajat masing-masing .

wasiat Abdullah bin alwy ahaddad

Mutiara Wasiat Al-Habib Abdullah bin Alwy Al-Hadad ra.
· Tuntutlah ilmu dari orang-orang yang benar-benar mewarisi ilmu dari Rasulullah SAW, yang sanad isnadnya (silsilah ilmunya sampai Rasulullah) terpercaya karena menuntut ilmu agama itu wajib bagi setiap orang Islam baik laki-laki maupun perempuan. Barang siapa meninggalkannya ia akan berdosa. Karena tanpa ilmu agama, amal ibadah akan tertolak, tidak diterima oleh Allah SWT.
“Setiap orang yang beramal tanpa dibarengi dengan ilmu pengetahuan (tentangamalnya itu) maka amalan-amalannya tertolak dan tidak diterima.”
· Tidak ada di zaman ini (abad 12 H) yang lebih mudah dan baik daripada Thariqah Ba’Alawy yang telah diakui oleh ulama Yaman dan disepakati oleh ulama Haramain (dua Tanah Haram – Mekkah Madinah).Thariqah Ba’Alawy (Alawiyah) adalah Thariqah Nabawiyah.
· Thariqah Kepemimpinan adalah thariqah kami Ba’Alawy, dan ini thariqah spesial, dan yang dimaksud thariqah kepemimpinan adalah ikut dan tunduk serta pasrahnya seorang murid terhadap jejak langkah guru yang membimbing dan menuntunnya kejalan Allah, dengan menanggalkan sementara peran akal (rasio). Sesungguhnya akal tidak berperan didalamnya, sebab segala hal disini berdasarkan kasyf (penglihatan mata hati).
· Ikut langkah-langkah ulama salaf (ulama terdahulu) akan membuahkan kebaikan yang amat besar, walaupun si pemikut bukan tergolong ahlil bathin. Tetapi jika ia serasikan langkahnya dengan ulama salaf, maka ia akan mendapatkan seperti apa yang didapat oleh mereka para salaf salihin.
· Segala permasalahan yang ada itu berlandasakan kejujuran, ada pun orang yang biasa berbohong jika diibaratkan bangunan tidaklah jauh berbeda dengan bangunan diatas air.(lemah dan mudah runtuh).
· Jika satu zaman itu rusak, maka wajiblah bagi mereka yang hidup di zaman itu, untuk mengikuti jejak langkah ulama salaf salihin. Jika tidak mampu menyamakan diri dengan mereka dalam setiap langkah, paling tidak hampir menyamai mereka, sebab setiap orang dalam kehidupan itu harus memiliki panutan (imam), sedang orang yang tidak memiliki panutan (Imam) maka panutannya adalah setan.
· Telah sesat sekelompok orang sebab buku yang dibacanya, seseorang tidak akan menjadi alim besar kecuali dengan guru yang membimbing dan menuntunnya, bukan dengan buku yang dibacanya.
· Penghuni kubur dari para Wali Allah berada di sisi Allah. Barang siapa tawajuh kepada mereka, maka mereka spontan datang membantunya.
· Jika kamu melihat seorang dari Ba’Alawy berjalan diluar Thariqah Ba’Alawy maka sesungguhnya maka tiada yang menghalangidirinya selain kelemahannya sendiri, dan kelemahan itu adakalanya dalam kondisi ekonomi atau hati.
· Thoriqah Alawiyyah berdiri atas dasar kemuliaan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
· Barangsiapa yang menjalin hubungan (kontak batin) dengan kami, maka kami berikan kepadanya segala perhatian kami, kami tidak pernah melepas dan meninggalkannya walaupun dia tinggal jauh dari tempat kami.
· Tidak ada hak yang lebih besar kecuali haknya seorang guru. Ini wajib di pelihara oleh setiap orang Islam yang ingin selamat dunia akhirat. Sungguh pantas bila seorang guru yang mengajar, walau hanya satu huruf, diberi hadiah seribu dirham sebagai tanda hormat padanya. Sebab guru yang mengajarmu satu huruf yang kamu butuhkan dalam agama, dia ibarat bapakmu dalam agama.
· Barangsiapa ingin anaknya menjadi orang alim, maka dia harus menghormati para ahli fiqih. Dan memberi sedekah pada mereka. Jika ternyata anaknya tidak menjadi alim, maka pasti diantara cucu keturunannya yangakan menjadi orang alim.
· Seorang murid (pencari jalan menuju Allah)tidak boleh menyakiti hati gurunya karena belajar dan ilmunya tidak akan diberi berkah.
· Adakalanya seseorang murid (pencari jalanmenuju Allah) diuji dengan kemiskinan, kepapaan dan kesempitan dalam kehidupan. Maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah SWT, disebabkan dengan hal tersebut diatas dan harus beranggapan berprasangka bahwa takdir/kehendak Allah menjadikan anda miskin, papa dan susah serta sempit sebagai sebesar-besarnya kenikmatan karena dunia adalah musuh Allah.Anda harus bersyukur, maka Allah akan mengangkat derajatnya sama dengan para nabi-Nya, para Auliya-Nya dan hamba-hamba yang shaleh.
· Ketahuilah bahwa rizki itu telah ditentukan dan telah dibagikan oleh Allah SWT. Diantara hamba-hamba-Nya ada yang diluaskan rezekinya dan dilapangkan kehidupannya, dan dikurangkankan rizkinya menurut kebijaksanaan-Nya. Bersifatlah qona’ah (cukup) atas apa yang ditentukan Allah bagimu.
· Awas dan waspadalah dengan panjang angan-angan dan harapan tentang kehidupan di dunia, karena dunia akan menariknya untuk mencintai dunia, dan anda akan terikat dengannya sehingga sukar untuk beribadat dan mengasingkan diri untuk menuju jalan akhirat.
· Ada setengah manusia yang tabiatnya sukamenganiaya orang, memandang rendah terhadapnya, atau suka mencela dan sebagainya. Jika anda tergolong orang terkena penganiayaan orang maka hendaklahanda bersabar jangan sekali-kali anda membalasnya. Disamping itu, hati anda harus benar-benar bersih dari dengki dan dendam terhadapnya, dan lebih utama lagi jika anda memaafkan orang yang menganiayamu, dan anda doakan supaya Allah memberi petunjuk kepadanya, dan itulah tanda-tanda akhlak serta tingkah laku para Shiddiqin (Orang yang Benar).
· Berusahalah sekuat kemampuanmu dalam menghindari diri dari rasa takut dan butuh serta berharap hak terhadap manusia, karena hal tersebut anda akan dipandang oleh manusia tetapi dipandang hina dalam pandangan Allah SWT, karena orang mukmin itu mulia disisi Allah SWT, tiada takut pada siapapun selain Allah dan apa yang dicintai-Nya, dan tak pernah mengharapkan sesuatu selain Allah.
· Awas! Jangan sekali-kali anda mentaati syaikh (guru) itu hanya lahiriah semata, karena ketahuilah bahwa syaikh itu dapat melihat ketaatanmu padanya, dibelakangnya anda membantah dan mendurhakai kerena sangkaanmu, anda sangka Allah tidak tahu kelakuanmu, sedangkan syaikhmu itu dekat dengan-Nya. Kalau anda begitu akan mendapatkan kecelakaan, kesempitan dan kebinasaan. Bukankah Allah berjanji kepada barang siapa Aku cintai maka penglihatannya adalah penglihatan-KU, pendengarannya adalah pendengaran-KU, mulutnya adalah mulut-KU, tangannya adalahtangan-KU dan kakinya adalah kaki-KU, barangsiapa memusuhinya atau menyakitinya, maka AKU dan para malaikatKU mengumandangkan perang terhadap dirinya. Jangan sekali-kali datang pada syaikh yang lain melainkan dengan izin syaikhmu.
· Ketahuilah bahwa sesungguhnya syaikhmu sangat berat hati tentang apa-apa yang baik untukmu, dengan itu janganlah engkau menuduh dan menyangka bahwa dia menyimpan perasaan dengki dan cemburu terhadap dirimu, dan semoga dijauhkan olehAllah. Karena kamu hanya memandang sesuatu hal dengan pandangan lahiriah belaka bukan pandangan bashirah (mata hati dengan Allah). Awas ! jangan coba-coba menuntut agar syaikhmu mengeluarkan kelebihannya. Karena jika syaikhmu seorang Ahlillaah (orang yang meyakinkan dirinya untuk mengabdi kepada Allah) kekasih Allah,maka ia adalah orang-orang yang teramat merahasiakan kebaikannya, menutupi rahasia-rahasia tentang dirinya, dan sangat jauh untuk menonjolkan dirinya dengan karamah-karamah atau perkara-perkara luar biasa kepada orang banyak meskipun iaamat kuasa dan mampu untuk melakukannya serta diizinkan oleh Allah untuk melahirkannya (memperlihatkan karamahnya).
· Syaikh yang kamil (sempurna) ialah seorang syaikh yang selalu memberi faedahpada muridnya, dengan kesungguhan dalam perbuatan dan perkataanya, dia memelihara muridnya sewaktu dihadapannya maupun ketika berada jauh daripadanya. Sang Syaikh memelihara muridnya dengan getaran-getaran kalbunya dalam segala hal yang dikerjakan oleh muridnya. Maka paling sangat berbahaya jika Syaikhnya sudah berpaling dari si-murid. Dalam hal ini jika seluruh syaikh dan wali-NYA yang lain dari timur sampai ke barat dikumpulkan seluruhnya, untuk mengubah hati syaikhnya, niscaya sia-sia dan tidak akan berhasil, kecuali sang murid sendiri harus berusaha untuk mengubah hati syaikhnya dan minta maaf serta mendapat keridhoannya.
· Jika anda menyimpan penuh ta’zhim (kepatuhan) dan penghormatan setinggi-tingginya terhadap syaikhmu, senantiasa menghargainya, percaya lahir dan batin bersedia mematuhi segala perintahnya, mencontoh akhlaknya, maka itulah tandanya anda sedang mewarisi rahasia-rahasia dari syaikhmu dari syaikhnya dari syaikhnya terus bersambung sampai dari Baginda Nabi Rasulullah SAW, atau sebagian dari rahasia-rahasia tersebut, dan ia terus akan hidup disisimu sesudah wafatnya syaikhmu, inilah anugrah yang terbesar dari Allah SWTyang dapat menghantarkan kita selamat & bahagia di dalam agama, dunia dan akhirat kelak.
· Para orang sholeh itu setelah wafat hanya hilang jasadnya saja , pada hakikatnya masih hidup seperti sedia kala malah tambah tajam pandangan bashirahnya dan makin kuat tawajuhnya (menghadap) kepada Allah.
|

Jumat, 21 Desember 2012

Kitab Tajwid Tuhfatul Athfal


Kitab Tajwid Tuhfatul Athfal
 ·
diterjemahkan dalambentuk syair oleh Almukarram KH. Syarif Rahmat RA, SQ, MA
· يَقُوْلُ رَاجِى رَحْمَةَ الْغَفُوْرِ دَوْمًاسُلَيْمَانُ هُوَا الْجَمِزُوز 1.
Berkata yang mengharap ampunan Tuhan # Al Jamzuri yang bernama Sulaiman
· اَلْحَمْدُللهِ مُصَّلِيًّا عَلَى مُحَمَّدٍ وَألِهِ وَمَنْ تَلاَ 2.
Puji bagi Allah sambil bersholawat # pada nabi keluarganya dan umat ·
وَبَعْدُهَدَ النَظْمُ لِلمُرِيْدِ فِى النُّوْنِ وَالتَنْوِيْنِ وَالْمُدُدِ 3.
Ini kitab untuk murid di Nazomkan # tentang nun tanwin dan panjangnya bacaan
· سَمَّيْتُهُ بِنُخْفَةِ ألأَطْفَلعَنْ ثَيْخِنَا ألمَهْيِ ذِى الكَمَالِ 4.
Dengan Tuhfatul Alfal aku namakan # dari Syehk Mahyi yang berkesempurnaan
· اَرْجُوْبِهِ اَنْ يَنْقَعَ الطُّالاَّبَ وَالاَجْرَوَ الْقَبُوْلَوَالثَرَابَ 5.
Semoga berguna bagi parasantri # di terima berpahala hari nanti ·
لِلنُّوْنِ إِنْ تَسْكُنْ وَلِتَّنْوِيْنِ اَرْبَعُ اَحْكَامِ فَخَدٌ تُبْيِيْن 6.
Nun mati dan tanwin padanya berlaku # 4 hukum ambilah penjelasanku
· فَااْلأَوَّلُ اْلأِظْهَارُ قُبْلَ اْلأَحْرُفْ لِلْحَق سِتٌّ رَتِبَتْ فَتُعَرفِ 7.
Yang pertama Idzhar terjadinya dalam # menghadapi huruf Halaq jumlah 6
· هَمْنٌ فَهَاءُ ثُمَّ عَيْنُ خَاءُ مُحْمَلَتَانِ ثُمَّ غَيْنُ خَاءُ 8.
Hamzah dan Ha huruf Kha huruf Ain # kemudian hurufKha dan huruf Ghoin·
وَالثَانِى إِدْغُامُ بِسِّتَةٍ اَتَتْفِىْ يَرْمَلُوْنَ عِنْدَهُمْ قَدْ ثَبَتَتُ 9.
2 Idzghom oleh ulama di himpun # hurupnya 6 dalam kata yaimulun
· لَكِنَّهَا قِسْمَانٍ قِسْمٌ يُدْغَمَا فِيْهِ بَغُنَّةٍ بِيَنْمُوْ عُلَمَا 10.
Namun Ia ada 2 ingat kamu# yang pertama Bigunnah di singkat yanmu
· إِلاَ إِذَاكَانَ بِكِلْمَةٍ فَلاَ تُدْغِمْ كَدُنْيَا تُمَّ ضِنْوَانٍ تَلاَ 11.
Jangan idgom bila dalam satu kata # seperti dunya dan sinwan baca nyata
· وَالَثَانِى إِدْغَامٌ بِغَيْرِ غُنَّة فِى الَلاَمِ وَالرَّثُمَّ كَرِرَنَّه 12.
Yang kedua idqom bigouin gunnah # pada Lam dan Ramaka ulang- ulanglah
· وَالثَالِثُ الاِقِلاَبُ عِنْدَالبَاءِ مِمَّانِغُنَّةٍ مَعَ اْلاِخْفَاءِ 13.
Tiga pada huruf Ba Iglab terdengar # suara Mim berdengung beserta samara
· وَالؤَّابِعُ اْلإِخْفَاءُ عِنْدَالْفَضِلِ مِنَ الْحُرُوْفِ وَاجِبِ لِلْفَاضِلِ 14.
Bacaan ikhfa itu hokum ke 4 # disisa huruf kata ulamaumat
· فِى خَمْسَةٍ مِنْ بَعْدِ عَشْرِ رَمْزُهَا فِىْ كِلْمِ هدَ الْبِيْتِ قَدْضَمَنْتُهَا 15.
Lima belas sedang huruf rumusannya # dalam bait ini aku merangkumnya
· صِفْدَا تَّنَاكَمْ جَادَ شَخْصِ قَدْسَمَا دُمْطَيِّبًازِدْ فِى تُقَى ضَعْ ظَالِمَا 16.
Pujilah orang yang murah lagi mulia # berbakti bertaqwa jangan aniaya
· وَغُنَّ مَيْمَا ثُمَّ نُوْنَ شُدِّرَا وَسَمٍ كُلاَّ حَرْفِىفُنَّةٍ بَدَا 17.
Baca dengan Mim dan Nun yang ditaszidkan dengan huruf ghunnah Ia di namakan
· وَالْمِيْمُ اِنْتَسْكُنْ تَجِى قَبْلَ الْحِجَاء لاَأَلِفُ لَيِّنَةٍ لِدَى الْحِجَاء 18.
Mim sukun sebelum huruf hijaiyah # asalkan bukan huruf Alif layinah
· اَحْكَامُهَا ثَلاَثَةٌ لِمَنْ خَبَطْ إِحْفَاءُ اِدْغَامُ وَاِظْهَارُفَقَطْ 19.
Hukumnya hanya terbagi jadi 3 # ikhfa dengan Idhghom serta Idzar juga
· فَااْلاَوَّلُ اْلاِخْفَاءُ قَبْلَ اِليَاءِ وَالثّمِدِ الشَّفْوِيَّ لِلْفُرَاء 20.
Ikhfa bila bertemu Ba yangpertama # Ikhfa safawi menyebutya ulama
· وَالثَّاتِى اِدْغَاُ بِمِثْلِهَا أَتَى وَسَمِّ اِدْغَامًا صَغِيْرًا يَافَتَى 21.
Bila setelahnya huruf Mim yang hadir # cara bacanyadengan Idgom Shogir
· وَالثَالِثُ الاِظْهَارُ فِى الْقَيَّه مِنْ اَحْرَفٍ وَشَمِّهَاشَفِويَّه 22.
Pada sisa hurufnya di baca# Idzar Izhar safawi Ia di beri gelar
· وَاحْدَرْلَكَه وَاوِ وَفَاأَنْ تَخْتِفى لِّقُرْبِهَاوَالأِتِّحَادِّ فَاغْرِفْ 23.
Hindari Ikfah pada Fa atau wawu # karena makrojnyaIdhar semoga kau maklum ·
لِلاَّمِ الْحَلاَنِ قَبْلَ اِلاَحْرُفِأَوْلاَ هُمَاإِظْهَارُهُ فَلْتُعْرَفِ 24.
Alif Lam itu terbagi dua hukum # yang pertama Idhar semoga kau maklum
· قَبْلَ ارَبْعَ مَعْ عَشَّرَةٍ خُدْعِلْمَهُ مِنْ اَبْغِ حَجَتَكَ وَخَفْ عَقِيْمَه 25.
Sebelum Ia hirup camkanlah# pada Abgi Hajaka Wakhop Aqimah ·
ثَانِيْهِمَا اِدْمُهَا فِى اَرْبَع وَحَشْرَةٍ أَيْضًا وَرَمْزُهَافَاءِ 26
Yang ke 2 Idghom ia juga #rumus hurufnya hendaknya engkau jaga
· طِبْ ثُمَّ حِلْ رَحْمًا تَفْدَانِعَمدَعْسُوْءَ ظَنَّ زَرْشَرِيْفًا لِلُكَرَاص 27.
· وَالَّلاَمُ اْلاُوْلَى سَمِّهَاقَمَرِيَّه وَالَلاَّمُ الأُخْرَه سَمْهَا سَكِيَّه 28.
Alif Lam pertama itu Qomariah # yang keduanyadinamakan Syamsyiah
· وَأَظْهِرَنَّ لاَمَ فِعْلِ مُطْلَقَا فِى نَحْوِ قُلْ نِعَمُ وَقُلْنَا وَالْتَقَى 29.
Lam Fi’il secara Mu’laq di idzharkan # Qulnaam kulna ittaqo di contohkan
· إِنَّا الصِّفَاتِ وَالْمَخَارِجِ انَفَقَ حَرْفَانِ فَاالْمِثْلاَنِ فِيْهِمَا أَحَقْ 30.
Dua huruf yang sifat makrojnya sama # hukumnya Idgom misli di beri nama
· وَإِنْ يَكُوْن مُخْرَجًا تَقَارَبَاوَفَى الصِّفَاتِ اخْتَلَفَا يُلَقَّبَا 31.
Sedangkan yang makhrajnya saling berdekatan # namun sifatnya berbeda di namakan
· مُتَقَارِبَيْنِ أَوْيَكُوْنَ اتَفَقَا فَى مُخَرْجٍ دُوْنَ الصِّفَاتِ حُقَِقَا 32.
Mutaqoribain dan yang sama makrojnya # serta berbeda sifat itu namanya
· بَاالْمُتَجَانَسَيْنِ ثُمَّ إِنْ سَكَنْ أَقَلْ كُلَّّ فَاالصَّغَيْرَسَمِيَّنْ 33.
Mutajanisain kemudian jika mati # permulaannya Idgomsogir namai ·
اَوْحَرِّ كَ الْحَرْفَان فِى كُلِّ فَقُلْ كُلُّ كَبِيْرُ وَافْهَمَنْهُ بِاالْمُثُل 34.
Atau bila terdapat harokatdi awal # bernama Idgom kosir berilah missal
· وَالمَدُأصَبِيْ وَفَرْعِيُ لَهُ وَسَمِّ أَوَّلاً طَبِيْعِيَّاوَهُو 35.
Bacaan panjang itu asli danpar’i # Mad asli di sebut juga Mad tobi’i ·
مَالاَتُوَ قُفُ لَهُ عَلَى سَبَبِوَلاَبِدُوْنِهِ الْحُدُوْفِ تُجْتَلَبْ 36.
Yang tidak pada sebab di gantungkan # tidak pula ada huruf di dapatkan
· بَلْ اِيُّ حَرْفٍ غَيْرُهَمْزِاَوْسُكُنْ جَاَعدَ مَدِّ فَاالطَّبِيْعِىُّ يَكُوْنَ 37.
Selain sukun atau hamzah yang datang # setelah itu mad tobi’i di pandang
· وَاْلاَحْرُا الْفَرْعِيُّ مَوْقُفَ عَلى سَتَتْ كَهَمْزٍأَسْكُنِ مُسْجَلاَ 38.
Adapun hukum mad far’i di tentukan # sebab hamzah atau dengan disukunkan
· حُرَوْ فَهُ نلاَ ثَةُ فَعِيْهَا مِنْ لَفْظٍ وَايٍ وَهْيَ فِىْ نُوْحِيْهَا 39.
Huruf mad itu Alif, wawu, ya # dalam lafal nuhiha di terangkan ia
· وَالْكَسَرُقَبْلَ الْيَاءُ وَقَبْلَ الوَ فِصَم شَرْطُ وَفَتْحٌ قَبْلَ الْفٍ مُلْتَزَمْ 40.
Kasroh sebelum ya, wawu beda domah # seperti itu Alif setelah pathah
· وَاِللْيَنُ مِنْهَا اليَاوَاوَوٌ سَكَنَا إِنِ انفِتَاحٌ قَبْلَكِيْلً أَمْكَنَا 41.
Bacaan Nun ya wau di sukunkan # jika sebelumnya huruf di patahkan
· لِلْمَدِّ اَحْكَامُ تَلاَثَةُ تَلُوْمُوَهْيَ الوُجُوْبُ وْالْجَوَازُ زَاللزُوْمُ 42.
Mad itu terbagi dalam 3 hukum # hukum wajib hukum zaiz hukum luzum
· فَوَاجِبٌ إِنْ جَاء هَمْنٌ بَعْدَمدْفِىكِلْمَةٍّ 43.
Mad wajib Muttasili bila adaHamzah # datang setelah mad di satu kalimat
· وَجَائِزٌ مَذَ وَقَصْرُإِنْ فُصِل كُلُّ بِكِلْمَةٍ وَهَذَ الْمُقَهِل 44.
Jaiz boleh panjang boleh koshor tandanya mad dan hamzah dalam 1 apadz berbeda
· وَمِثْلُ ذَا أِنْ عَرَضَالسُّكُُوْنُ وَقَفً كَتَعْلَمُوْنَ نَسْتَعِيْنُ 45.
Begitupula hukum mad aridli sukun # seperti lafadnasta’in dan ta’lamun
· وَقَدِّمِ المَدَّ عَلَى الهَمْزِوَذَا بَدَلْ كَأمَنُوْ وَإِيْمَانًا خُدَا 46.
Dahulukan hamzah atas mad semisal # lapad amanadan imana mad badal
· وَلاَزِمُ اِذَا سُكُوْنُ أَصُل وَصْلاً وَوَ قْفًا بَعْدَمَدِ طُوِّلاَ 47.
Hukum yang asal urakof ataupun washol setelahnyamad namanya lazim mutawal
· أَقْسَامُ لاَزِمٍ لَدَيْهِمْ أَرْبَعَه وَتِلْكَ كِلْمِيٌ وَحَرْفِيْ مَعَه 48.
Yang namanya mad lazim itu terbagi # empat lazim kilmi dan lazim harfi ·
كِلاَ هُمَا مُخَفَّفٌ مُثَقَل فَهَدِهِاِرْبَعَةُ تَفَصَل 49.
Bisa Mukhofaf dan bisa Musaqol # semua empat iniberikut urainnya
· فَاءِبِكِلْمَةٍ سُكُوْنُ لِجْتَ صَعَ حَرْفِ مَدٍ فَهْوَكِلْمِيٌ وَقَعْ 50.
Bila sukun dan huruf kumpul bersama # disatu kata kilmi di beri nama ·
أَوْفِى ثُلاَثِيْ الْحُرُوْفِ وَجِدَا وَالْمَدُّ وَسْطُهُ فَحَرْفِيُّ جَدَا 51.
Atau didalam huruf bangsasulasi # yang di tengahnyahuruf mad itu harfi
· كَلاَهَمَا مُثَقْلَ إِنْ أدٌ غِمَا مُخَفَّفٌ كُتٌّل إِذَالَمْ يُدْ غَمَا 52.
Di baca Musaqol bila di Idgomkan # dan Mukhofaf bila tidak di Idghomkan
· وَالَّزِ مُ الْحَرْفِيُّ اَوَّلَ الَسُّوَرْ وَحُوْدُهُ وَفِى ثَمَانِ انْحَصُ 53.
Mad lazim harfi itu diawali surat # semuanya ada 8 tercatat
· يَجْمَعُهَا حُرُوْفُ لَمْ عَسَلْ نَقَصْ وَعَيْنُ ذَرْوَجْهَيْنِوَالطُّوُ أَخَصْ 54.
Pada kata kam asal Naqos cuma # Ain dua wajah dan panjang ulama
· وَمَاسِوَ الْحَرْفِ الثَانِى لاَأَلِفْ فَمَدُّهُ مَدَّاطَبِيْعِيًّا أَلِفْ 55.
Selain Alif atau huruf ke dua # ukuran panjangnya madtobi’i dia
· وَذَالَ أَيْضًا فِى فَوَ إِنْح السُّوَرْ فِىلَفْظ حَىٍّ طَاهِرٍ قَدِتخْحَص 56.
Ada juga yang pada pembuka surat # pada lapaz hayun thoirin di muat
· وَيَجْمُعْ الفَوَائِحِ اْلاَرْبَعَ عَشَر ضِلْ سُحَيرًا مَنْ قَطَعَكَ ذَاشُتَهَرْ 57.
Berjumlah 14 huruf pembuka # rumus hurufnya Silsuhairo Mankotoaka ·
وَتَمَّذَ النَّظْمُ يَحِمْدِاللهِ عَلى تَمَامِه بِلاَتِنَاهِى 58.
Alhamdulillah tamat ini Nadhoman # dengan pujianyang tanpa kesudahan
· ثُمَ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ أَبَدًا عَلى خِتَامِ اْلأَنْبِيَاءِ أَحْمَدَا 59.
Sholawat dan salam untuk selamanya # atas Rahmat penutup para nabi
· وَاْألِ وَالصَّحْبِ كُلِّ تَابِع وَكُلِّ قَارِئ وَكُلَّ سَمِّع 60.
Keluarga sahabat serta tersebar # tabi’in para Qori juga pendengarnya
· اَبْيَاتُهَانَدُ بَدَالِدِى النُّهَىتَارِيْخُهُ بْشَرَى لِمَنْ يّقِيْنُهَا 61.
Baitnya 61 Nadzoman # tahunnya satu satu sembilan delapan
http://www.ummulqura.sch.id/berita-189-tuhfathul-athfal-ilmu-tajwidz.html

Syu'ubul Iman (cabang-cabang Iman)


Syu'ubul Iman (cabang-cabang Iman)

·
شعب الأ يمان ·
اَلْحَمْدُاللهِ الَّذِقَدْصَيَّرَ إِيْمَانَ شَخْصٍ شُعَيْبُ فَتُتَمَّمُ 1.
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan# iman seseorang bercabang maka disempurnakan
· هدِي بُيُتِ مِنْ كَتَابِ الكُوشِى مَنْ قَالَ بَعْدَ صَلاَتِنَا وَتُسَلِّمُ 2.
Ini bait yang ku angkatdari kitabnya Al imam #Al khusni yang berkatasholawat salam
· الْمُحَمَّدِ وَلأَلِهِ وَصَحَابَتِه مَادَارَشَمْسِ فِى السَّمَآءِ وَأَنْجُمُ 3.
Kepada nabi Muhammad keluarga shohabatnya # selama mentari dan bulan di langit bercahaya
· إِيْحَانُنَابَضِعٌ وَعَيْنُ شُعْبَهُ يَسْتَكْمِلَنْهَا اَهْلِ فَضْلٍ يَعْظُمُ 4.
Iman kita cabangnya 77 terhitung # menyempurnakannya insan utama nan agung
· اَمِنْ بَرَبِّكَ وَأَلْمَلاَئِكِ وَالْكُتُبِ وَالأَنْبِيَا وَبِيَوْمٍ بَعثِى العَالَمُ 5.
Berimanlah pada Allah Malaikat dan Kitabnya# para nabi dan kepada hari hancurnyadunia
· وَالْبَعْثِ وَالْقَدَرِ الأْجَلِيْلِ وَجَسِمِنَا فِى مَحْشَى فِيْهِ الْخَلاَئِقٍ تَحْثَمُ 6.
Pada kebangkitan dan taqdir serta kumpulnyamakhluk # di padang masyar seluruh manusia pada mabuk
· وَبِأَنَّ مَرْجِعَ مُسْلمٍ لِجَنَاتِهِ وَبِأنِّ مَرْجِعَ كَافِرٍ لِجَهَنَّمُ 7.
Dan yakin surga itu tempat kembali orang Islam sedangkan kafir tempat kembali jahanam
· وَاجْبُبْ إِلَيْكَ خَفْ اَلِيْمَ حِنَّابِهِ وَلِرَحْمَةِ ارجُ بَقَ كَّلْنَايَا مُسْلِمُ 8.
Cintailah tuhanmu takutlah akan siksanya# Hai muslim mohon bertaqwakal kepadanya
· وَاحْبُبْ نَبِيِّكَ ثُمَا عَظِمُ قَدْرُدوَابخُل بِدِيْنِكَ مَايُرَى بِكَ مَاثَم 9.
Cintailah Nabimu agungkanlah kedudukannya # kikirlah dengan agama biala berdosa karnanya
· وَاظْلُبْ بِعِلْمٍ ثُمَّ لِقَنْهُ الوَرَى عَظِم كَلاَمُ البّ و 10.
Carilah ilmu lalu ajarkan pada semua insan baca Alquran bersucilah engkau dapat penjagaan
· حَبِلْ الصَّلاَةُ وَزَكِّ مَالَكَ ثُمَّ صُمِ وَاعْكُقُ وَحُبَحَ وَجَاهِدَتَ فَتُكْرَمَ 11.
Dirikanlah solat zakat hartamu soundah ramadhan I’tikaf naik haji berjihad engkau dimulyakan
· رَبِّطْ تَثَبَّتْ اَدِّخَمْسَ مَغَافِمَ حَتَّى يُفَرِّقَهُ الإِمُ الحَاكِمُ 12.
Murobathah bertahan berikan seperlunya rampasan kepada imam yang kelak ia akan membagikan ·
وَاعْتِقُ وَكَفِّرُو اَوْفِ بِاالوَعْدِا شْكُرْاَنْ وَحْفَظْلِسَانُكَ ثُمَ فَرَمُكَ تَفْتُمُ 13.
Memerdekakan budak bayar kifarat janji tepati syukur jaga lisan dan farzi beruntung hari nanti
· اَذَالأَمَانَةَ لاَ تُقَاتِلْ مُسْلِمًاوَحْذَرْجَعَامًا ثُمَّا ماَلَكَ تَخْرَمْ 14.
Tunaikan amanat janganlah membunuh orang Islam hindarilah jangan memakan hartabenda yang haram
· وَالْزَيُّ مَعْ ظُرْفٍ وَلَهُواقَدْ تِهِى اَنْفِقْ بِمَعْرُوْفٍ وَالاَّتَأثُمُ15.
Hindari pakaian permainan yang diharamkan berinfak dengan baik agar tak dapat siksaan
· اُتْرُكْ وَمُسِك كُلَّ غِلٍّ وِالْحَسَد حَرَّم لِعِرض الْمُسِلِمِيْنَ فَتُسْلَمُ 16.
Sifat iri dan dengki hidarkanlah ia darimu jaga kehormatan orang Islam selamat dirimu
· اَخْلِصْ لِرَبِّكَ ثُمَّ سُرُّ بِطَاعَةٍ وَاحْزَنْ بِسُوْءٍ تُبْ وَاَنْتَالنَادِمُ 17.
Ikhlaslah kepada tuhansenanglah ketaatan sedih dengan keburukan tobat penu penyesalan
· وَائتِ الضَحِيْةَ وَالعَقِيْقَةَ وَاهْدِيْنَ وَأُولِى اْلاُمُوْرِ اَطِعْهُمْ لاَبَجْرِمْ 18.
Sembelilah Qurban dan Aqiqah lalu hadiahkan taatilah ulil amri jangan buat pelanggaran
· اَمْسِكْ جَبِيْبْ مَاعَلَيْهِ جَمَاعَةُوَاحْكُمْ بِعَدْلٍ وَانْهُ مَاهُوَ مَأثَمُ 19.
Peganglah jalan jama’ah hukum denganadil benar cegahlah orang dari melakukan amal yang munkar
· فَأمُرُبِمَعْرُفٍ وَاَنْتَ اَعِلْهُمُ جِدًّاعَلى بِرِّ وَتَقْ تُكَرُمْ 20.
Dan maiuf tolonglah akan sesama manusia dalam kebaikan dan taqwa engkau puji mulia
· وَاسْتِحى رَبُّكَ اَحْسِنَنْ لِلَوالِدِ رَحِمَا فَضْل بِخَقْلِقَكَ تَرُم 21.
Patuh pada tuhan baiklah pada orang tuamu silahturahmi baik budi engkau di sayang tuhan
· اَحْسِنْ لِقِتَاءِ فَاعْفُنْ وَعِلْمَنْ وَاِطَا عَةُ السَّادَتِ عَبْدًا تَلزَمْ 22.
Baik pada budak maafkan berikan pelajaran serta taat pada tuan atas budak diwajibkan
· وَاحْفَضاحُقُوْقَ اْلأَهْلِ وَاْلأَوْلاَء أَنْفِقُ وَعَلِّمُهُمْ فَدَاكُمُحَتَّمْ 23.
Periharalah segala hakistri dan anak-anak beri pelajaran mereka tunaikanlah wajib infak
· وَاحْبُبُ لأَهْلِ الدِّيْنَ رُدَّسَلاَمُهُمْ عُوْدَنَّ مَرْضَ ضَلَّ مَوْتَ اَسْلَمُو 24.
Cintailah orang seagama dan jawablah salam jenguklah orangsakit solat mayat orang Islam
· سَمِّتْ لِعَاطِسِ مُسْلِمْ الألهَوَابْعُدْاِخِى مُفْسِدٍ لاَتُظْلَمُ 25.
Do’akanlah orang mu’min yang bersih lalu muji Allah demi keselamatan hal yang merusak hindarilah
· اَكْرِمُ لِجَارٍ ثُمَّ طَيْفِ وَاسْقُرْاَنْ اَوْرَب اَهْلِ الدِّيْنِ تَأمَنَ تَفْنَمُ 26.
Mulyakan tetanggamu hormatilah para tamu tutup cela orang mukmin amal dan beruntung kamu
· وَاصِبْى تَزَهَّدَ وَأتِيَلَنَ بِغَيْرَةٍ اَعْرِضْ عَنِ الْمَلعَاةِ جُدْ تَتَكَتَ مَ 27.
Sabarlah dan berjuhudlah sifat cemburu tanamkan jangan bicara tak gunahidup murah di mulyakan
· وَقِركَبِيْر وَارْ حَمَنَّ صَغِيْرَنَا اَصْلِع لِهَجْر المُسْلِمِيْنَ فَقُكْرَمْ 28.
Hormatilah yang lebih besar sayangilah yang lebih muda damaikan sengketa orang Islam sehingga mereda
· وَحْسُبْ لِناسٍ مَاتُحِبُّ لِنُقْسِكَ حِتَّى تَكُوْنَ بِجَنَّةٍ تَتَنَعَّمُ 29.
Cintailah untuk orang seperti untuk dirimu hingga kelak didalam surga bersenang
· ثُمَّ الصَّلاَةُ عَلَى النَبِيِّ مُحَمَّدٍ وَالأَلِ وَالصَّحْبِ الدِيْنَ يَحْشَم 30.
Semoga salawat kepada nabi Muhammad serta keluarga shabat dan pengikut dengan merata

Terjemahan Matan ‘Aqidatul ‘Awam’ Oleh As-Sayyid Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki Al-Makki

Saya mulaikan penulisan nazam ini dengan Nama Allah , Yang Maha Pemurah dan Yang Maha Pengasih yang selalu menganugerahkan kebajikan.

Segala puji bagi Allah ; Yang Qadim, Yang Awal (tanpa permulaan), Yang Akhir (tanpa penghujung), Yang Kekal Abadi tanpa perubahan.

Seterusnya, semoga rahmat dan kesejahteraan Allah sentiasa terlimpah ke atas Nabi Saw; sebaik-baik insan yang mengesakan Allah .

Dan juga keluarganya, para sahabatnya dan orang yang mengikuti jalan agama yang hak tanpa di tambah-tambah.

Selanjutnya, ketahuilah dengan yakin bahawa Allah itu mempunyai 20 sifat yang wajib.

Yaitu Allah itu (1) Maujud (ada), (2) Qadim (telah ada sebelum adanya segala sesuatu), (3) Baqii(kekal abadi tanpa akhir), (4) Mukhaluful Lil Khalq (bertentangan dengan makhluk) secara mutlak.

(5) Qaim (berdiri dengan sendiri tidak memerlukan bantuan siapa pun) Yang Maha Kaya, (6)Waahidun (Yang Maha Esa), (7) Hayyun (Yang Maha Hidup tidak akan mati), (8) Qaadirun (Yang Maha Berkuasa), (9) Muriidun (Yang Maha Berkehendak), (10) ‘Aalimun (Yang Maha Mengetahui) segala sesuatu.

(11) Samii’ (Yang Maha Mendengar), (12) Bashiir (Yang Maha Melihat), (13) Mutakallim (Maha Berbicara), Allah juga mempunyai 7 sifat yang teratur.

Yaitu (Sifat Ma’ni): (14) Qudrah (Berkuasa), (15) Iradah (Berkehendak), (16) Sama’ (Mendengar), (17) Bashor (Melihat), (18) Hayaat (Hidup), (19) Al-‘Ilmu (Berpengetahuan), (20) Kalaam(Bercakap) secara terus menerus.

Dengan karunia dan keadilanNya, Allah memiliki Sifat Harus, yaitu harus Dia melakukan segala sesuatu atau meninggalkannya.

Allah telah mengutus para nabi yang memiliki 4 sifat yang wajib, yaitu: (1) Fatonah (cerdik), (2) Siddiq (jujur), (3) Tabligh (menyampaikan), (4) Amanah (dipercayai).

Sifat yang harus bagi mereka ialah kebiasaan yang berlaku kepada manusia biasa tanpa mengurangi kedudukannya sebagai nabi seperti mengalami sakit yang ringan.

Sifat maksum mereka (mendapat perlindungan Allah daripada melakukan dosa) seperti juga para Malaikat, adalah wajib. Bahkan, para Nabi lebih utama daripada para Malaikat.

Dan Sifat Mustahil, adalah lawan semua sifat yang wajib. Maka wajiblah kamu menghafal 50 sifat ini.

Wajib bagi mukallaf meyakini dan berusaha mengetahui 25 nama Rasul yang disebut di dalam Al-Qur’an secara terperinci.

Mereka ialah (1) Adam , (2) Idris , (3) Nuh , (4) Hud beserta, (5) Soleh dan, (6) Ibrahim yang masing-masing wajib diikuti.

Seterusnya, (7) Luth , (8) Isma’il dan, (9) Ishaq . Begitu juga (10) Ya’qub , (11) Yusuf dan, (12) Ayyub yang mengikut jejak langkah para nabi sebelumnya.

(13) Syu’aib , (14) Harun , (15) Musa , (16) Alyasa’ , (17) Zulkifli , (18) Daud , (19) Sulaiman yang selanjutnya.

(20) Ilyas , (21) Yunus , (22) Zakaria , (23) Yahya , (24) ‘Isa dan, (25) Thoha j sebagai nabi penutup dan tinggalkanlah kecenderungan kepada kesesatan.

Semoga rahmat dan kesejahteraan daripada Allah terlimpah ke atas mereka dan keluarga mereka sepanjang masa.

Ketahuilah, bahawa Malaikat itu tidak mempunyai ayah dan ibu, tidak makan, tidak minum dan tidak juga tidur.

Perincian bilangan mereka adalah 10, iaitu (1) Jibril , (2) Mikail , (3) Israfil , (4) ‘Izrail .

(5) Munkar dan, (6) Nakir , (7) Raqib dan juga, (8) ‘Atid , (9) Malik dan seterusnya, (10) Ridhwan .

Terdapat 4 buah Kitab Suci yang diturunkan sebagai petunjuk kepada manusia. Secara terperincinya ialah Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa .

Zabur diturunkan kepada Nabi Daud , Injil diturunkan kepada Nabi ‘Isa dan Al-Furqan (Al-Qur’an) diturunkan kepada sebaik-baik manusia (Nabi Muhammad).

Dan Suhuf (lembaran-lembaran suci) diturunkan kepada Al-Khalil (Nabi Ibrahim ) dan Al-Kalim (Nabi Musa ). Di dalamnya, terdapat fiirman-firman yang penuh hikmah kepunyaan Tuhan Yang Maha Mengetahui.

Segala yang dibawa oleh Rasulullah, maka wajiblah ke atas mukallaf tunduk, patuh dan menerimanya,

Wajib bagi kita mengimani kedatangan Hari Akhirat (Hari Kiamat) dan semua kejadian yang mengajaibkan.

Inilah ialah penutup yang akan disebut mengenai perkara yang wajib dipercayai dan diimani oleh mukallaf.

Yaitu, Nabi kita Muhammad j yang telah diutuskan kepada seluruh alam sebagai rahmat dan karunia Allah .

Ayahandanya ialah ‘Abdullah ibn ‘Abdul Muththolib ibn Hasyim ibn ‘Abdu Manaf yang berhubungan nasab.

Manakala bundanya ialah Aminah dari suku Zuhrah. Baginda (Saw.) disusui oleh Halimah dari suku Sa’ad.

Tempat kelahirannya ialah di Makkah yang aman, dan Baginda (Saw) wafat di Toibah Madinah Al-Munawwarah.


Baginda (Saw.) mendapat wahyu ketika genap berusia 40 tahun. Baginda (Saw.) wafat ketika usianya lebih dari 60 tahun (yang masyhur pada usia 63 tahun).

Perlu kita fahami, bahwa putera dan puteri Baginda (Saw.) sebanyak 7 orang; 3 orang daripada mereka ialah lelaki.

Yaitu (1) Qasim, (2) ‘Abdullah yang digelar dengan Toyyib (artinya baik) dan Tohir (artinya suci).

Berikutnya, (3) Ibrahim yang lahir dari hamba perempuan, maka bundanya ialah Mariyah Al-Qibtiyyah (Mariyah dari bangsa qibti di Mesir).

Selain Ibrahim, kesemuanya lahir dari Khadijah, mereka sebanyak 6 orang, maka kenalilah mereka dengan perasaan kasih yang berpanjangan.

Disebutkan, 4 daripadanya ialah perempuan. Semoga mereka semua mendapat keredhaan Tuhanku.

(4) Fatimah Az-Zahra’ suaminya ialah Imam ‘Ali dan kedua puteranya (Hasan dan Husain ) merupakan cucu Rasulullah (Saw.) yang keutamaan mereka sudah cukup jelas.

Kemudian (5) Zainab, selepasnya (6) Ruqayyah dan (7) Ummu Kaltsum, wanita yang suci lagi sentiasa penuh redha.

Hendaklah kita mengetahui, bahawa isteri Al-Mustofa (Saw.) (Nabi pilihan) sesudah kewafatannya sebanyak 9 orang, yaitu wanita-wanita yang diberi pilihan untuk memilih antara perhiasan dunia dan syurga, maka mereka memilih Al-Muqtafa (Saw.) (Nabi yang diikuti).

(1)   ‘Aisyah, (2) Hafsah, (3) Saudah, (4) Sofiyyah, (5) Maimunah dan (6) Ramlah.

(7) Hindun, (8) Zainab demikian juga (9) Juwairiyyah. Mereka adalah ibu-ibu yang diredhai bagi orang-orang yang beriman.

Hamzah adalah bapak saudara Nabi (Saw.) dan ‘Abbas juga bapak saudara Nabi (Saw.) (sebelah ayahanda Baginda (Saw.)), sedangkan ibu saudara Nabi (Saw.) (sebelah ayahanda Baginda (Saw.)) adalah Sofiyyah yang patuh kepada Allah dan RasulNya.

Sebelum Nabi (Saw.) berhijrah, Baginda (Saw.) telah diisra’kan (diperjalankan) pada waktu malam atas kehendak Allah dari Makkah ke Baitul Maqdis yang sama-sama sudah diketahui.

Sesudah Isra’, Baginda (Saw.) dimi’rajkan (naik) ke langit atas kehendak Allah hingga Baginda (Saw.) melihat Tuhannya dan saling berbicara.

Tidak membayangkan bagaimana caranya dengan gambaran yang sempit, Allah mewajibkan kepada Baginda (Saw.) (dan kepada umatnya) kefardhuan solat 5 waktu, setelah sebelumnya difardhukan 50 waktu.

Peristiwa Isra’ itu telah disampaikan kepada umatnya termasuk kewajiban melaksanakan sholat 5 waktu tanpa diragukan lagi.

Maka beruntunglah Sayyiduna Abu Bakar Ash-Shiddiq karena mempercayai Baginda (Saw.), dan dengan peristiwa Mi’raj dia menyetujui dan membenarkan Baginda (Saw.)

Inilah ‘aqidah yang ringkas dan mudah yang sesuai bagi orang-orang awam.

Penyusun ‘aqidah ini ialah Ahmad Al-Marzuqi yang berhubungan nasabnya (silsilahnya) dengan Rasulullah (Saw.)

Segala puji bagi Allah , rahmat dan kejahteraan ke atas Nabi Saw, sebaik-baik insan yang telah mengajar ‘aqidah ini.

Demikian juga ke atas keluarga, sahabat-sahabat dan setiap orang yang memberi petunjuk, dan setiap orang yang telah mengikut petunjuk itu dengan baik.

Saya memohon ke hadhrat Tuhan Yang Maha Pemurah, keikhlasan beramal dan semoga ia bermanfaat bagi orang-orang yang mengamalkannya.

Bilangan bait nazam ini sebanyak 57 bait mengikut bilangan huruf Maizun, dan kiraan ketentuan penanggalannya disesuaikan bilangan huruf Li Hay Ghur iaitu, 30/10/1218 H.

Saya menamakan nazam ini dengan ‘Aqidatal ‘Awam yang wajib diyakini dalam urusan agama secara sempurna bagi orang awam, iaitu orang yang baru dalam tahap permulaan belajar.

Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan ke atas Junjungan kita Muhammad Saw, keluarganya dan para sahabatnya.

Syu'ubul Iman (cabang-cabang Iman)


شعب الأ يمان ·
اَلْحَمْدُاللهِ الَّذِقَدْصَيَّرَ إِيْمَانَ شَخْصٍ شُعَيْبُ فَتُتَمَّمُ 1.
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan# iman seseorang bercabang maka disempurnakan
· هدِي بُيُتِ مِنْ كَتَابِ الكُوشِى مَنْ قَالَ بَعْدَ صَلاَتِنَا وَتُسَلِّمُ 2.
Ini bait yang ku angkatdari kitabnya Al imam #Al khusni yang berkatasholawat salam
· الْمُحَمَّدِ وَلأَلِهِ وَصَحَابَتِه مَادَارَشَمْسِ فِى السَّمَآءِ وَأَنْجُمُ 3.
Kepada nabi Muhammad keluarga shohabatnya # selama mentari dan bulan di langit bercahaya
· إِيْحَانُنَابَضِعٌ وَعَيْنُ شُعْبَهُ يَسْتَكْمِلَنْهَا اَهْلِ فَضْلٍ يَعْظُمُ 4.
Iman kita cabangnya 77 terhitung # menyempurnakannya insan utama nan agung
· اَمِنْ بَرَبِّكَ وَأَلْمَلاَئِكِ وَالْكُتُبِ وَالأَنْبِيَا وَبِيَوْمٍ بَعثِى العَالَمُ 5.
Berimanlah pada Allah Malaikat dan Kitabnya# para nabi dan kepada hari hancurnyadunia
· وَالْبَعْثِ وَالْقَدَرِ الأْجَلِيْلِ وَجَسِمِنَا فِى مَحْشَى فِيْهِ الْخَلاَئِقٍ تَحْثَمُ 6.
Pada kebangkitan dan taqdir serta kumpulnyamakhluk # di padang masyar seluruh manusia pada mabuk
· وَبِأَنَّ مَرْجِعَ مُسْلمٍ لِجَنَاتِهِ وَبِأنِّ مَرْجِعَ كَافِرٍ لِجَهَنَّمُ 7.
Dan yakin surga itu tempat kembali orang Islam sedangkan kafir tempat kembali jahanam
· وَاجْبُبْ إِلَيْكَ خَفْ اَلِيْمَ حِنَّابِهِ وَلِرَحْمَةِ ارجُ بَقَ كَّلْنَايَا مُسْلِمُ 8.
Cintailah tuhanmu takutlah akan siksanya# Hai muslim mohon bertaqwakal kepadanya
· وَاحْبُبْ نَبِيِّكَ ثُمَا عَظِمُ قَدْرُدوَابخُل بِدِيْنِكَ مَايُرَى بِكَ مَاثَم 9.
Cintailah Nabimu agungkanlah kedudukannya # kikirlah dengan agama biala berdosa karnanya
· وَاظْلُبْ بِعِلْمٍ ثُمَّ لِقَنْهُ الوَرَى عَظِم كَلاَمُ البّ و 10.
Carilah ilmu lalu ajarkan pada semua insan baca Alquran bersucilah engkau dapat penjagaan
· حَبِلْ الصَّلاَةُ وَزَكِّ مَالَكَ ثُمَّ صُمِ وَاعْكُقُ وَحُبَحَ وَجَاهِدَتَ فَتُكْرَمَ 11.
Dirikanlah solat zakat hartamu soundah ramadhan I’tikaf naik haji berjihad engkau dimulyakan
· رَبِّطْ تَثَبَّتْ اَدِّخَمْسَ مَغَافِمَ حَتَّى يُفَرِّقَهُ الإِمُ الحَاكِمُ 12.
Murobathah bertahan berikan seperlunya rampasan kepada imam yang kelak ia akan membagikan ·
وَاعْتِقُ وَكَفِّرُو اَوْفِ بِاالوَعْدِا شْكُرْاَنْ وَحْفَظْلِسَانُكَ ثُمَ فَرَمُكَ تَفْتُمُ 13.
Memerdekakan budak bayar kifarat janji tepati syukur jaga lisan dan farzi beruntung hari nanti
· اَذَالأَمَانَةَ لاَ تُقَاتِلْ مُسْلِمًاوَحْذَرْجَعَامًا ثُمَّا ماَلَكَ تَخْرَمْ 14.
Tunaikan amanat janganlah membunuh orang Islam hindarilah jangan memakan hartabenda yang haram
· وَالْزَيُّ مَعْ ظُرْفٍ وَلَهُواقَدْ تِهِى اَنْفِقْ بِمَعْرُوْفٍ وَالاَّتَأثُمُ15.
Hindari pakaian permainan yang diharamkan berinfak dengan baik agar tak dapat siksaan
· اُتْرُكْ وَمُسِك كُلَّ غِلٍّ وِالْحَسَد حَرَّم لِعِرض الْمُسِلِمِيْنَ فَتُسْلَمُ 16.
Sifat iri dan dengki hidarkanlah ia darimu jaga kehormatan orang Islam selamat dirimu
· اَخْلِصْ لِرَبِّكَ ثُمَّ سُرُّ بِطَاعَةٍ وَاحْزَنْ بِسُوْءٍ تُبْ وَاَنْتَالنَادِمُ 17.
Ikhlaslah kepada tuhansenanglah ketaatan sedih dengan keburukan tobat penu penyesalan
· وَائتِ الضَحِيْةَ وَالعَقِيْقَةَ وَاهْدِيْنَ وَأُولِى اْلاُمُوْرِ اَطِعْهُمْ لاَبَجْرِمْ 18.
Sembelilah Qurban dan Aqiqah lalu hadiahkan taatilah ulil amri jangan buat pelanggaran
· اَمْسِكْ جَبِيْبْ مَاعَلَيْهِ جَمَاعَةُوَاحْكُمْ بِعَدْلٍ وَانْهُ مَاهُوَ مَأثَمُ 19.
Peganglah jalan jama’ah hukum denganadil benar cegahlah orang dari melakukan amal yang munkar
· فَأمُرُبِمَعْرُفٍ وَاَنْتَ اَعِلْهُمُ جِدًّاعَلى بِرِّ وَتَقْ تُكَرُمْ 20.
Dan maiuf tolonglah akan sesama manusia dalam kebaikan dan taqwa engkau puji mulia
· وَاسْتِحى رَبُّكَ اَحْسِنَنْ لِلَوالِدِ رَحِمَا فَضْل بِخَقْلِقَكَ تَرُم 21.
Patuh pada tuhan baiklah pada orang tuamu silahturahmi baik budi engkau di sayang tuhan
· اَحْسِنْ لِقِتَاءِ فَاعْفُنْ وَعِلْمَنْ وَاِطَا عَةُ السَّادَتِ عَبْدًا تَلزَمْ 22.
Baik pada budak maafkan berikan pelajaran serta taat pada tuan atas budak diwajibkan
· وَاحْفَضاحُقُوْقَ اْلأَهْلِ وَاْلأَوْلاَء أَنْفِقُ وَعَلِّمُهُمْ فَدَاكُمُحَتَّمْ 23.
Periharalah segala hakistri dan anak-anak beri pelajaran mereka tunaikanlah wajib infak
· وَاحْبُبُ لأَهْلِ الدِّيْنَ رُدَّسَلاَمُهُمْ عُوْدَنَّ مَرْضَ ضَلَّ مَوْتَ اَسْلَمُو 24.
Cintailah orang seagama dan jawablah salam jenguklah orangsakit solat mayat orang Islam
· سَمِّتْ لِعَاطِسِ مُسْلِمْ الألهَوَابْعُدْاِخِى مُفْسِدٍ لاَتُظْلَمُ 25.
Do’akanlah orang mu’min yang bersih lalu muji Allah demi keselamatan hal yang merusak hindarilah
· اَكْرِمُ لِجَارٍ ثُمَّ طَيْفِ وَاسْقُرْاَنْ اَوْرَب اَهْلِ الدِّيْنِ تَأمَنَ تَفْنَمُ 26.
Mulyakan tetanggamu hormatilah para tamu tutup cela orang mukmin amal dan beruntung kamu
· وَاصِبْى تَزَهَّدَ وَأتِيَلَنَ بِغَيْرَةٍ اَعْرِضْ عَنِ الْمَلعَاةِ جُدْ تَتَكَتَ مَ 27.
Sabarlah dan berjuhudlah sifat cemburu tanamkan jangan bicara tak gunahidup murah di mulyakan
· وَقِركَبِيْر وَارْ حَمَنَّ صَغِيْرَنَا اَصْلِع لِهَجْر المُسْلِمِيْنَ فَقُكْرَمْ 28.
Hormatilah yang lebih besar sayangilah yang lebih muda damaikan sengketa orang Islam sehingga mereda
· وَحْسُبْ لِناسٍ مَاتُحِبُّ لِنُقْسِكَ حِتَّى تَكُوْنَ بِجَنَّةٍ تَتَنَعَّمُ 29.
Cintailah untuk orang seperti untuk dirimu hingga kelak didalam surga bersenang
· ثُمَّ الصَّلاَةُ عَلَى النَبِيِّ مُحَمَّدٍ وَالأَلِ وَالصَّحْبِ الدِيْنَ يَحْشَم 30.
Semoga salawat kepada nabi Muhammad serta keluarga shabat dan pengikut dengan merata

Kamis, 20 Desember 2012

KASIH SAYANG


Al-Mawa'izh al-'Ushfuriyyah Bagian 1 : Kasih Sayang
Al-Mawa'izh al-'Ushfuriyyah (المواعظ العصفورية) adalah sebuah karya Syaikh Muhammad bin Abu Bakar yang lebih dikenal dengan julukan al-'Ushfuriy. Kitab ini memuat 40 hadits Nabi Muhammad SAW yang dilengkapi dengan nasihat-nasihat agama dan kisah-kisah teladan dalam dunia tashawuf.

Dalam tulisan ini kami menyajikan sebagian hadits Nabi, hikayat dan nasihat yang terdapat dalam kitab al-Mawa'izh al-'Ushfuriyyah. Kajian kitab ini dilaksanakan pada pengajian Pesantren Ramadhan 2011 di Pesantren Darush Showab di bawah bimbingan Pengasuh Pesantren. Semoga bermanfaat.

Hadits Pertama


Diriwayatkan dari 'Abdulloh bin 'Umar ra bahwa Rosululloh SAW bersabda:

الراحمون يرمحمهم الرحمن، ارحموا من في الارض يرحمكم من في السماء

"orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Alloh Yang Maha Penyayang. Sayangilah orang yang ada di bumi, niscaya engkau akan disayangi oleh yang ada di langit."

Hikayat

Suatu hari Sayyidina 'Umar ra melihat seorang anak kecil yang sedang bermain-main dengan seekor burung kecil di tangannya. Sayyidina 'Umar ra merasa kasihan melihat burung tersebut, maka ia membeli burung tersebut kemudian melepaskannya.

Setelah Sayyidina 'Umar wafat, orang-orang shaleh pada waktu itu bermimpi bertemu dengannya. Mereka bertanya kepada 'Umar, "apa yang Alloh lakukan kepadamu?" 'Umar menjawab, "Alloh mengampuni dan memaafkan dosa-dosaku." Mereka bertanya lagi "dengan amalan apa Alloh mengampunimu, dengan kedermawananmu, keadilanmu atau kezuhudanmu?" 'Umar menjawab, "ketika kalian memasukkan jasadku ke dalam kubur, lalu menimbunku dengan tanah dan menginggalkanku sendiri dalam kubur, maka datanglah dua malaikat yang gagah menghampiriku. akalku pun terbang dan sendi-sendiku pun bergetar melihat kegagahan dua malaikat tersebut. Keduanya lalu meraih tubuhku dan mendudukanku. Saat keduanya akan bertanya kepadaku, aku mendengar sebuah panggilan dari hatif (suara tanpa jirim) "tinggalkanlah hamba-Ku ini, janganlah kalian menakut-nakutinya, sesungguhnya Aku menyanginya dan telah mengampuninya. Pada saat di dunia ia menyayangi seekor burung kecil, maka Aku menyayanginya pada kehidupan akhirat".

Walloh a'lam bish showab
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
Referensi: al-Mawa'izh al-'Ushfuriyyah, hal. 2-3